Wagub DKI soal Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta: Kerja Sama RI-Turki
·waktu baca 3 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria turut menanggapi rencana nama tokoh bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk, yang akan dijadikan nama jalan di Jakarta.
Menurut Riza, rencana itu juga sebagai program kerja sama antara Indonesia-Turki setelah nama Soekarno dijadikan nama jalan di sana.
“Jadi memang ada keinginan dari kita dan dari Pemerintah Turki agar nama dari kita yang ada di Turki dan juga nama tokoh Turki di kita,” ujar Riza kepada wartawan, dikutip dari live instagram @arizapatria, Minggu (17/10).
“Jadi sama-sama insyaallah ini bagian dari kerja sama antara Indonesia dan juga Pemerintah Turki,” tambahnya.
Terkait lokasi pastinya, Riza belum dapat memastikan di jalan mana nama pahlawan Turki yang akan dijadikan nama jalan di Jakarta.
“Nanti akan disampaikan ya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, setelah Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Turki Mevlüt Cavusoglu di Ankara, Retno mengatakan bahwa nama presiden pertama RI Sukarno atau Soekarno akan menjadi nama jalan di ibu kota Turki, Ankara pada Selasa (13/10).
"Pemerintah Turki juga menganugerahkan nama jalan di depan kantor KBRI Ankara yang baru dengan nama Jalan Ahmet Soekarno," kata Retno dalam keterangan pers virtual.
Di dunia Arab dan beberapa negara mayoritas Islam, Sukarno kerap dipanggil dengan sebutan Ahmet atau Ahmad Sukarno. Pemberian nama itu pertama kali dimunculkan oleh mahasiswa Indonesia di Mesir pada era 1940-an setelah kemerdekaan.
Penambahan nama Ahmad atau Ahmet dilakukan agar negara-negara berpenduduk Muslim di dunia mengetahui Sukarno adalah pemeluk Islam.
Selain itu, Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa nama tokoh Turki yang akan diabadikan menjadi nama jalan di Jakarta adalah seorang sosok bapak negara atau pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk.
Iqbal mengatakan Pemprov DKI Jakarta menyatakan sanggup untuk memberikan nama dan menyiapkan jalan yang akan yang akan diganti namanya. Meski begitu, ia menegaskan untuk usulan nama lengkapnya masih menunggu pemerintah Turki.
“Kita tahu bahwa nama pendiri bangsa Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk. Ia pendiri bangsa Turki, ‘Attaturk’ sendiri artinya adalah Bapak Bangsa Turki," ujar Iqbal, Kamis (14/5).
Namun, usulan nama Mustafa Kemal Ataturk mengundang kontroversi. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan politikus Gerindra Fadli Zon menilai usulan itu perlu dikaji kembali.
Mustafa memang dikenal sebagai bapak bangsa Turki, sebagian lagi menilai dia sebagai pemimpin sekuler yang tak sejalan dengan keislaman yang lama menjadi kiblat Turki sejak masa kejayaan Kerajaan Ottoman.
Fadli Zon mengusulkan nama yang ada di Jakarta dengan nama Sultan Mehmet II atau lebih dikenal dengan nama Muhammad Al- Fatih. Dia merupakan raja yang menaklukkan Konstantinopel lalu mengubahnya menjadi Istanbul dan membuat kerajaan Ottoman semakin berjaya. Kini Istanbul menjadi ibu kota Turki.
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
