Waka Komisi XIII Sebut Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Dilakukan Sejak Dulu
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua Komisi XIII DPR sekaligus juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan hewan kurban Presiden merupakan praktik yang wajar dan sudah berlangsung sejak lama.
Menurut Sugiat, sebagai kepala negara, presiden memiliki alokasi anggaran yang memang digunakan untuk membantu masyarakat dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan sosial.
“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat (29/5).
Ia menegaskan, bantuan dari presiden kepada masyarakat tidak hanya terbatas pada program kurban, tetapi juga mencakup berbagai sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.
“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” ujarnya.
Selain itu, ia membantah anggapan bahwa penggunaan APBN untuk program kurban presiden merupakan kebijakan baru di era Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, praktik tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi pemerintahan sebelumnya.
“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama,” katanya.
Sugiat juga menekankan program kurban presiden memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam momentum Idul Adha, di mana distribusi hewan kurban dapat menjangkau ribuan penerima manfaat.
“Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Idul Adha ini,” tutup diaa.
