Wakil Ketua DPRD DKI Sidak Pembagian Bansos: Beberapa Titik Buat Kerumunan Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyaluran bantuan sosial dari Pemprov DKI dalam periode Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Foto: Instagram/@dkijakarta
zoom-in-whitePerbesar
Penyaluran bantuan sosial dari Pemprov DKI dalam periode Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Foto: Instagram/@dkijakarta

Pimpinan DPRD DKI mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan bantuan sosial ke warga Jakarta di tengah pandemi corona.

Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, pun melakukan sidak ke beberapa lokasi pemberian bansos di Jakarta. Hasilnya, dia mengatakan, di beberapa lokasi terjadi kerumunan saat proses pembagian bansos berupa sembako.

"Ide yang baik tentu harus di topang dengan teknis distribusi yang baik, berikut beberapa masukan saya. Pertama, prosedur pembagian harus mengedepankan prinsip physical dan social distancing," ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4).

"Saya lihat pembagian bantuan di beberapa titik membuat kerumunan baru. Nanti, yang tidak sakit bertemu sama yang sakit, kita kan tidak tahu," tambahnya.

Namun, Zita tidak menyebutkan ke titik mana dia sidak dan lokasi mana yang menurutnya justru menimbulkan kerumuman baru saat pembagian bansos.

Bansos dari Pemprov DKI Jakarta tiba di permukiman warga di Kelurahan Jatinegara. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Selain itu, dia ingin Pemprov DKI memperhatikan kelompok rentan miskin. Jangan sampai, kata Zita, kelompok rentan miskin terlewat dan tak mendapat bantuan terkait dampak virus corona.

Oleh karena itu, menurutnya perlu sosialisasi lebih ke masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melapor jika memang perlu mendapat bantuan.

"Sosialisasinya harus jelas. Kapan bantuan bakal datang, lalu orang yang akan menerima sudah ada datanya di RW. Jadi, datanya jadi mutakhir. Orang yang benar-benar butuh bisa lapor. Jadi, tidak ada yang terlewat. Kan ada kelompok yang situasi ekonomi berubah sedikit langsung miskin, biasa disebut rentan miskin, ini yang jumlahnya sangat besar. Yang butuh harus dapat," kata anggota Fraksi PAN tersebut.

kumparan post embed

Zita juga berharap isi sembako dapat diganti dengan makanan yang lebih sehat. Sebab makanan instan dalam sembako yang dibagikan Pemprov DKI dinilai kurang bergizi untuk rakyat.

“Juga isi dari paket sembako harus benar-benar sehat. Kemarin masih ada biskuit atau makanan instan, bisa diganti dengan sayuran, bawang, ayam/daging, tahu, tempe," usulnya.

kumparan post embed

--------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!