Wali Kota Tangerang Sumbangkan Gaji Setahun untuk Warga Terdampak Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah. Foto: Dok. Pemprov Tangerang
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah. Foto: Dok. Pemprov Tangerang

Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah akan menyumbangkan gajinya selama setahun untuk warganya yang terdampak pandemi COVID-19 atau virus corona.

Selain itu, ia juga akan mengumpulkan donasi dari pegawai Pemkot Tangerang. Nantinya donasi itu juga akan digunakan untuk membantu warga.

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Indri Astuti, mengatakan pejabat lainnya seperti wakil wali kota, sekretaris daerah, para staf ahli OPD juga ikut menyumbang.

Selain itu, serta seluruh pegawai ASN dan BUMD di kota Tangerang juga turut serta dalam gerakan tersebut. Mereka memberikan sumbangan dengan nominal yang bervariasi.

“Untuk nominal donasi tergantung keikhlasan masing-masing. Saat ini totalnya sudah terkumpul sebanyak Rp 1,89 miliar dan sudah diserahkan ke BAZNAS Kota Tangerang”, kata Indri kepada kumparan, Kamis (23/4).

Donasi Pemerintah Kota Tangerang di Posko Gugus Tugas Siaga COVID-19 tingkat Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Indri menambahkan, selain gajinya, wali kota Tangerang juga memberikan donasi berupa uang pribadi. Pendistribusian hasil donasi akan dilakukan secara bertahap.

“Donasi dari kami oleh BAZNAS digunakan untuk membeli beras yang akan dibagikan ke seluruh lumbung pangan RW kota Tangerang. Total ada 1.014 RW, setiap lumbung mendapat 100 kg beras,” kata Indri.

kumparan post embed

Bantuan tersebut saat ini dikelola oleh Posko Gugus Tugas Siaga COVID-19 Kota Tangerang. Ia menambahkan, bantuan tidak hanya datang dari pihak pemerintah, pihak swasta juga ikut menyalurkan bantuan berupa sembako, masker, dan alat pelindung diri (APD).

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.