Walkot Bandung: Ada 205 Klaster Keluarga, Jika Perlu Pakai Masker di Dalam Rumah

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan klaster penularan COVID-19 dari keluarga di wilayahnya kini mencapai 205 kasus. Data tersebut dihimpun hingga 30 November.
"Kasus konfirmasi aktif klaster keluarga mencapai 205 per tanggal 30 November 2020," kata dia Balai Kota Bandung, Kamis (3/12).
Oded menuturkan, klaster keluarga paling banyak ditemukan di Kecamatan Antapani mencapai angka 20 kasus.
Oleh sebab itu, Oded mengingatkan masyarakat yang berkegiatan di luar rumah agar tidak terlibat kontak erat dengan anggota keluarga ketika pulang.
"Kami mengingatkan kepada masyarakat yang harus berkegiatan di luar rumah pada saat pulang jangan langsung berkontak dengan anggota keluarga," ucap Oded.
Ia juga meminta masyarakat Bandung yang harus bepergian di luar agar menerapkan protokol kesehatan ketat. Dengan begitu, klaster keluarga dapat dicegah.
"Simpan pakaian yang telah digunakan untuk segera dicuci setelah itu jika perlu silakan gunakan masker di rumah. Dengan ini penyebaran kasus klaster keluarga dapat dicegah," tutur dia.
Sebelumnya, Kota Bandung akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB secara Proporsional usai ditetapkan masuk ke dalam zona merah sebaran corona.
PSBB Proporsional diterapkan melalui pembatasan operasional dan kapasitas di berbagai sektor yang telah direlaksasi.
