Walkot Bekasi Happy DKI Subsidi Transjabodetabek: Tiket Lebih Murah dari Parkir
3 Juli 2025 11:38 WIB
·
waktu baca 4 menit
Walkot Bekasi Happy DKI Subsidi Transjabodetabek: Tiket Lebih Murah dari Parkir
"Dari jam 05.00 sampai jam 07.00 itu tarifnya Rp 2 ribu. Jadi sungguh-sungguh sangat murah banget. Lebih murah dari ongkos parkir sepeda motor," ujar Tri Adhianto.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut tarif bus Transjabodetabek rute Bekasi–Dukuh Atas hanya Rp 2 ribu pada jam tertentu. Ia menilai, tarif tersebut jauh lebih murah dibanding ongkos parkir sepeda motor beberapa jam.
ADVERTISEMENT
“Jadi bus ini akan beroperasi dimulai dari jam 05.00 pagi. Dari jam 05.00 sampai jam 07.00 itu tarifnya Rp 2 ribu. Jadi sungguh-sungguh sangat murah banget. Lebih murah dari ongkos parkir sepeda motor,” ujar Tri saat peresmian rute baru Transjabodetabek di Halte Galunggung, kawasan Dukuh Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).
Hadir dalam peresmian itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza.
Tri menambahkan, untuk subsidi penumpang Transjabodetabek rute Bekasi-Dukuh Atas, sepenuhnya ditanggung Pemprov DKI.
"Kalau subsidi, saya kira semua ditanggung oleh Pak Gubernur DKI Jakarta," kata Tri kepada Pram yang berdiri di sampingnya sambil tertawa.
Setelah pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, tarif akan naik menjadi Rp 3.500. Namun tarif tersebut tetap berlaku flat, selama penumpang tidak keluar dari koridor TransJakarta.
“Nah, nanti setelah jam 07.00 sampai jam 10.00 malam, itu harganya Rp 3.500. Tapi selama dia tidak keluar dari koridornya Transjakarta, sebesar itulah biaya yang kemudian dibebankan kepada penumpang dari Bekasi ke Dukuh Atas ini,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Trayek ini menempuh jarak sekitar 53 kilometer dari Terminal Bekasi hingga Dukuh Atas, dengan waktu tunggu bus yang disesuaikan menurut jam operasional. Pada jam sibuk, bus akan datang setiap 10 menit, sementara di luar jam sibuk setiap 20 menit.
Bus Double Decker
Ia juga mengungkapkan rencana pengoperasian bus tingkat (double decker) untuk mengakomodasi kapasitas penumpang yang lebih besar.
“Alhamdulilah juga nanti akan dioperasikan yang kemudian double deck. Jadi jumlahnya semakin besar. Kalau yang kecil itu kapasitasnya kan hanya 28 plus 32, tapi bisa maksimal sampai 100. Tapi nanti kalau yang double deck, itu bisa mungkin secara kapasitasnya 2 kali lebih besar dari itu,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, trayek ini menjadi salah satu rute paling lengkap karena terhubung dengan berbagai jalur strategis di Jakarta seperti Jatinegara, Pasar Rumput, hingga Dukuh Atas, yang memungkinkan koneksi ke MRT dan jaringan TransJakarta lainnya.
Rute Bekasi-Dukuh Atas Layani 29 Halte
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, jalur baru ini memiliki 29 titik halte, dengan rincian 18 di Jakarta dan 11 di Bekasi. Ia optimistis trayek ini akan mendapat respons tinggi dari masyarakat.
“Jumlah titik halte berangkat dan pulang itu ada 29 titik. Dari 29 titik untuk Transjabodetabek ini, baru titik inilah yang Jakarta lebih banyak. Jakarta ada 18 titik, kemudian yang di Bekasi ada 11 titik,” kata Pramono.
“Ini menggambarkan bahwa pasti konektivitas yang seperti disampaikan oleh Pak Wali tadi, lebih lengkap,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Tri menambahkan, kehadiran TransJakarta menjadi solusi alternatif bagi warga Bekasi yang selama ini bergantung pada jalan Tol Becakayu yang mahal.
“Jadi dengan adanya TransJakarta dari terminal Bekasi sampai Dukuh Atas ini saya kira menjadi salah satu solusi dalam rangka untuk membantu warga masyarakat kota Bekasi yang hari ini memang menggunakan Becakayu. Karena kita ketahui bahwa tol ini menjadi tol yang sangat premium juga,” jelas Tri.
“Karena kalau kendaraan pribadi itu kalau gak salah Rp 24 ribu, jadi kalau pulang pergi sudah Rp 48 ribu,” sambungnya.
Park and Ride
Ia juga menyinggung potensi penggunaan pusat perbelanjaan di pusat kota Bekasi sebagai lokasi Park and Ride, untuk mempermudah warga yang ingin berpindah ke transportasi umum.
“Dan dengan demikian tentu akan mengurangi beban pemerintah kota Bekasi terkait dengan penyiapan Park and Ride-nya. Sehingga nanti diharapkan bisa kita gunakan mal-mal yang ada yang ada di pusat kota Bekasi,” tutur Tri.
ADVERTISEMENT
“Ada Mega Bekasi, ada Aston, jadi saya kira itu akan menjadi salah satu tempat sehingga memudahkan warga yang kemudian nanti beralih yang hari ini memang menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta mengajukan tambahan anggaran subsidi Public Service Obligation (PSO) atau layanan transportasi publik sebesar Rp 400 miliar dalam APBDP 2025.
Subsidi tambahan ini diajukan untuk perluasan rute dan armada Transjakarta-Transjabodetabek. Salah satunya untuk penambahan 200 unit bus listrik baru bagi kedua armada tersebut.
Tahun ini sebanyak 10 rute Transjabodetabek ditargetkan beroperasi.
