Wamenhaj: Barak Petugas Haji Bukan Militeristik, Bounding

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025). Foto: Youtube/ TV Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025). Foto: Youtube/ TV Parlemen

Kementerian Haji dan Umrah mulai persiapan seleksi petugas haji 2026. Petugas haji yang lolos seleksi akan lebih dulu menjalani pelatihan selama sebulan di barak.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, salah satu masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan haji yakni rentan komando yang terputus. Bimtek di barak ini untuk menguatkan rentan komando dari posisi tertinggi hingga di lapisan terdekat dengan jemaah haji.

"Kenapa petugas kami masukan barak dalam rangka bounding. Kemudian mereka tahu rentan komando," kata Dahnil dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11).

"Petugas itu akan dibekali fisik termasuk rentan komando. Barak tidak militeristik, bukan, yang kami butuhkan di barak itu paham rentan komando," ujar dia.

Petugas layanan lansia PPIH Arab Saudi Abdurrahman mendorong kursi roda yang dinaiki calon haji lansia Soemarno menuju Masjidil Haram untuk menunaikan umrah wajib. Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Selama menjalani bimtek, petugas haji akan dibekali sejumlah kemampuan dasar untuk melayani jemaah. Mulai persiapan fisik, bahasa Arab dasar, hingga fikih dasar haji.

"Jadi kami persiapkan dengan serius supaya mereka bersiap bertugas di sana. Dan tidak boleh lagi ada yang nebeng naik haji," tutur dia.

Hal ini kemudian ditegaskan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

"Ini bukan barak tentara, barak asrama haji," tegas Gus Irfan.