Wamensos Agus Jabo Ajak Pemuda & Mahasiswa Sukseskan Pemberdayaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamensos Agus Jabo tantang aktivis pemuda bikin program konkret dan kuatkan data demi dukung kesuksesan Sekolah Rakyat, Senin (25/6/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Wamensos Agus Jabo tantang aktivis pemuda bikin program konkret dan kuatkan data demi dukung kesuksesan Sekolah Rakyat, Senin (25/6/2026). Foto: Kemensos RI

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi lima organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di kantor Kementerian Sosial, Jakarta pada Senin (25/6/2026).

Audiensi diikuti perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI), dan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (PP HIMI Persis).

Dalam kesempatan ini Agus Jabo menyampaikan bahwa para aktivis perlu memahami akar persoalan sosial. Lantaran kerja-kerja sosial tidak cukup hanya berbentuk kegiatan teknis, tetapi harus punya arah besar.

“Saya ingin mengajak kalian menjadi pemimpin-pemimpin besar, bukan sekadar pekerja sosial,” katanya.

Audiensi membahas rancangan usulan kerja sama antara organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dengan Kementerian Sosial. Di antaranya tentang program bina desa, pendidikan karakter, literasi kesejahteraan sosial nasional, pemberdayaan ekonomi, pendampingan psikososial, relawan sosial, serta agenda organisasi kepemudaan.

Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia (PII) Amsal Alfian, misalnya, menyampaikan perhatian terhadap krisis anak putus sekolah dan rencana kerja sama melalui program Sekolah Rakyat.

Wamensos Agus Jabo tantang aktivis pemuda bikin program konkret dan kuatkan data demi dukung kesuksesan Sekolah Rakyat, Senin (25/6/2026). Foto: Kemensos RI

Ia juga menyampaikan bahwa PII memiliki jaringan kader di daerah yang dapat ikut membantu pendataan dan pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat.

“Kaderisasi PII bisa masuk ke sekolah rakyat untuk fokus dalam pendidikan karakter. Yang kedua, kita bisa merekomendasikan pelajar-pelajar yang putus sekolah agar bisa masuk ke sekolah-sekolah terdekat,” kata Amsal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GMNI Amir Mahfud menyampaikan gagasan tentang Gerakan Nasional Literasi Kesejahteraan Sosial dan program 1000 desa binaan di daerah 3T. Adapun perwakilan UMJ Sadam Sabili menyampaikan rencana kegiatan bina desa oleh BEM UMJ.

Lebih lanjut, Ketua Umum PP Pemuda PUI U. Palahuddin Assopari memaparkan program relawan sosial, pemberdayaan UMKM, pesantren peduli, dan ketahanan pangan berbasis pesantren.

Kemudian Ketua Umum PP HIMI Persis Ghina Ainal Mardliyah menyampaikan program Rumah Bangkit Cendekia, pendampingan ekonomi perempuan, layanan psikososial, bilik aduan perempuan Teman Aman, dan program Mutiara.

Menanggapi usulan tersebut, Wamensos Agus Jabo meminta organisasi pemuda dan mahasiswa membuat program yang konkret. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran, bentuk pelaksanaan, dan tujuan akhir yang jelas.

“Makanya saya minta konkret kalau bicara masalah program. Pemberdayaannya apa? Targetnya apa? Harus jelas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya data dalam pelaksanaan program sosial. Lantaran Presiden Prabowo Subianto telah memberi mandat agar bantuan sosial semakin tepat sasaran.

“Data kita itu yang kemudian menjadi mandat Presiden,” katanya.

Agus Jabo menjelaskan bahwa Kementerian Sosial memiliki tiga fokus besar. Pertama, perbaikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua, bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Ketiga, Sekolah Rakyat.

Wamensos Agus Jabo tantang aktivis pemuda bikin program konkret dan kuatkan data demi dukung kesuksesan Sekolah Rakyat, Senin (25/6/2026). Foto: Kemensos RI

“Selama ini Indonesia tidak pernah punya data yang sama. Pemerintah lembaga, pemerintah daerah punya data sendiri-sendiri sehingga program ekonomi dan sosialnya fragmentasi. Tidak fokus sehingga pengentasan kemiskinannya tidak selesai,” jelasnya.

Terkait bantuan sosial, Agus Jabo menyampaikan bahwa Kemensos sedang mengubah bantuan sosial pasif menjadi bantuan sosial yang lebih produktif melalui pemberdayaan. Ia turut menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu cara untuk memutus kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat itu tujuannya Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan. Jadi kalau orang tuanya miskin, Presiden tidak ingin anaknya miskin,” jelasnya.

Agus Jabo menutup arahannya dengan meminta organisasi pemuda membangun kepemimpinan yang kuat, tidak hanya bekerja dalam kegiatan teknis, tetapi juga memahami persoalan besar bangsa.

“Kalian itu ingin jadi pemimpin bangsa, bukan ingin jadi pegawai negeri. Pikirannya harus besar, pikirannya harus strategis,” kata Agus Jabo menutup audiensi.