Wamensos Ingatkan BMN Sekolah Rakyat Amanah Rakyat: Jangan Ada Penyelewengan
ยทwaktu baca 3 menit

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan Barang Milik Negara (BMN) bukan sekadar aset administratif melainkan amanah rakyat yang harus dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.
BMN menurutnya menjadi simbol kehadiran negara sekaligus bukti bahwa negara tidak boleh abai kepada rakyat kecil. Hal itu disampaikan saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026).
Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan. Sejalan dengan Kemensos yang mendorong masyarakat miskin untuk graduasi, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi jalan untuk anak-anak tidak mampu dapat hidup mandiri dan lebih sejahtera.
"Mari kita memahami apa yang dijalankan oleh Pak Presiden sekarang ini, supaya didalam kerja-kerja teknis, kerja-kerja operasional nanti, dari memulai proses pengajaran sampai mengurus persoalan teknis seperti mengurusi barang milik negara, kita betul-betul punya satu semangat kebangsaan bahwa kita bagian dari perubahan besar yang sekarang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden," ujar Agus Jabo.
Kepada pengelola BMN, ia mengingatkan kegiatan ini bukan hanya menjaga barang-barang milik negara. "Hari ini kita tidak sedang berbicara sekadar tentang meja, tentang kursi, gedung, kendaraan, komputer atau inventaris negara. Kita sedang berbicara tentang amanah rakyat. Tentang harapan orang-orang kecil yang menitipkan masa depan anak-anaknya kepada negara," jelasnya.
Melalui Sekolah Rakyat semangat serta harapan anak-anak yang putus sekolah dan tidak bisa bersekolah tumbuh. Mereka dijemput, didampingi, dan diantarkan untuk mewujudkan cita-cita mereka.
"Setiap bangku yang ada di sekolah rakyat, setiap lembar kasur di asrama, setiap laptop yang digunakan siswa untuk belajar, setiap piring makanan yang disajikan di dapur sekolah, semuanya berasal dari uang rakyat. Ini yang harus diperhatikan," ucap Agus Jabo.
Ia menambahkan semua fasilitas tersebut berasal dari uang rakyat yang dititipkan. "Dari pajak para pendagang kecil di pasar, dari keringat buruh yang bekerja di pabrik-pabrik selama 8 jam kadang lembur, dari hasil panen petani, dari kerja keras nelayan yang berangkat sebelum matahari terbit, barang-barang yang kita urus nanti itu berasal dari pajak-pajak yang diambil dari saudara-saudara kita," urainya.
Menurutnya petugas BMN adalah penjaga kepercayaan negara. "Saudara adalah garda yang memastikan setiap barang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat," ucap Agus Jabo.
Ia menguraikan jika aset negara rusak karena kelalaian, rakyat yang akan dirugikan. Jika aset negara hilang karena ketidakjujuran, rakyat yang kehilangan haknya. Kalau ada tindakan korupsi dalam pengelolaan BMN, maka yang dikhianati bukan hanya negara, tetapi masa depan anak-anak miskin Indonesia.
"Jangan pernah bermain-main dengan amanah ini. Hindari segala bentuk penyimpangan, hindari manipulasi, penghilangan aset, penggunaan kepentingan pribadi, atau praktek-praktek yang mencederai kepercayaan rakyat," tegasnya.
Ia mengajak untuk bangun budaya malu terhadap korupsi, bangun integritas dan menjadi bagian dari perubahan besar dan kebangkitan bangsa.
Kepercayaan itu bukan diberikan karena jabatan. "Di tangan bapak ibu, semua keberlangsungan sekolah rakyat dipertaruhkan. Di tangan saudara, uang rakyat diamanahkan agar benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Sebagai informasi, Pelatihan Pengelolaan BMN telah berjalan mulai tanggal 5 Mei 2026 dan diikuti oleh 332 peserta yang terdiri dari 166 wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan 166 pengelola barang milik negara atau BMN dari Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
