Wapres JK: WNI di Marawi Hanya Berdakwah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Militer Filipina kuasai Marawi (Foto: Reuters/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Militer Filipina kuasai Marawi (Foto: Reuters/Erik De Castro)

Ada 16 WNI yang berada di Marawi, Filipina, saat daerah itu dikuasai oleh ISIS, namun kini sudah berhasil direbut kembali oleh pemerintah. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut para WNI itu hanya berdakwah.

"Ya kan pergi berdakwah dia. Itu Jamaah Tabligh itu selalu pergi berdamai-damai, tinggal di masjid. Ada yang datang ke Indonesia, ada juga yang ke luar. Itu rutin mereka lakukan itu," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (30/5).

"Itu dakwah damai benar itu, tapi apa yang saya baca aman saja," imbuhnya.

Militer Filipina kuasai Marawi (Foto: Reuters/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Militer Filipina kuasai Marawi (Foto: Reuters/Erik De Castro)

Menurutnya, saat ini pemerintah terus memastikan kepulangan para WNI itu dari Marawi. Namun saat ini pemerintah Filipina masih menetapkan status darurat militer dan konflik bersenjata di Marawi.

"Ya pasti mau pulang. Itu ada batasnya 40 hari dia itu berdakwah," sambung JK.

Meski demikian, JK tetap yakin pemerintah Filipina dapat menyelesaikan serangan teror tersebut. Sementara terkait kabar tewasnya salah satu WNI di sana, JK masih belum mengetahui hal tersebut.

"Ya kita tidak tahu. Siapa yang main-main dekat peluru pasti bisa kena kan," ujar JK.

Saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan komunikasi secara intensif dengan otoritas Filipina, KJRI Davao, dan juga KBRI di Manila terkait kondisi WNI di sana.

Baca juga:

Menlu: 16 WNI di Marawi Ditemukan di Masjid

Kota Marawi Berhasil Direbut Kembali dari ISIS