Warga DKI Pindah ke Surabaya, Risma Termotivasi Tanam Banyak Pohon

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Walkot Risma saat tinjau komplek Darmo Park II pasca banjir. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Walkot Risma saat tinjau komplek Darmo Park II pasca banjir. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Banyaknya warga Jakarta yang pindah ke Surabaya, membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, semakin termotivasi untuk menambah jumlah pohon di Kota Pahlawan.

Risma, sapaan Tri Rismaharini, ingin membuat Kota Surabaya minim polusi. Dia juga terus berbenah agar kualitas udara kota lebih baik.

"Jadi, ya, bagus. Tapi kotanya jadi kayak hutan. Tak tambahi tanaman terus. Karena, ya, memang begitu cara melawannya (polusi udara)," ujar Risma, usai meninjau Kompleks Darmo Park II Surabaya, Sabtu (18/1).

Selain menanam pohon, Risma juga menambah tanaman lidah mertua di seluruh sudut Kota Surabaya. Tanaman lidah mertua adalah tanaman anti-polutan yang mampu mengurangi polusi udara.

Sebelumnya Risma menyebut banyak warga Jakarta yang pindah ke Surabaya demi punya kehidupan yang lebih sehat. Mereka eksodus dari Jakarta karena mengaku terkena penyakit asma. Surabaya kemudian dipilih karena dipercaya punya kualitas udara yang lebih baik.

“Banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena anaknya asma. Begitu ke Surabaya mereka enggak sakit lagi,” ungkap Risma di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (17/1).

Risma mengklaim, setiap tahun kualitas udara di Surabaya membaik. Padahal, warga Surabaya juga terbilang hobi beli mobil baru. Risma tak menampik bahwa jumlah kendaraan di Surabaya juga tetap naik setiap tahun.

kumparan post embed