kumparan
15 Februari 2020 19:06

Warga Duga Limbah Radioaktif di Tangsel Dibuang Orang yang Ingin Curi Timbal

PTR-Lokasi Penemuan Limbah Radioaktif
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Polisi, Badan Pemeriksa Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menggelar pertemuan bersama warga Perumahan Batan Indah soal temuan radiasi radioaktif.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, ada seorang warga yang menyampaikan pandangan soal temuan ini. Warga itu bernama Muchlis Akhadi. Muchlis juga merupakan peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Mukhlis Akhadi
Mukhlis Akhadi (kiri), warga yang bekerja sebagai peneliti Batan di Balai Pertemuan Kompleks Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Muchlis menjelaskan kegunaan Cesium 137--zat radioaktif yang ditemukan di permukimannya. Sumber radioaktif ini berguna untuk mengukur tinggi rendah cairan kimia yang disimpan dalam cerobong industri kimia.
"Cesium itu mancar, radiasi itu (di ujung) ada detektor ketika cairan tinggi, radiasi terserap cairan, begitu cairan berkurang, radiasinya bisa lolos. Lolos kan bisa mantulin ke detektor. Fungsinya gitu," kata Muchlis di Balai Pertemuan Warga Kompleks Batan Indah, Serpong, Sabtu (15/2).
Cesium ini mempermudah pengecekan cairan. Jadi, pekerja tidak perlu melihat ke atas cerobong untuk mengukur tinggi rendah cairan kimia.
Permuan warga dan Bapeten
Pertemuan warga, Bapeten dan Kapolres di Balai Warga Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Sementara itu, Cesium dilindungi oleh timbal. Logam timbal ini berguna untuk meredam radiasi, sehingga radiasi Cesium tidak memancar liar. Timbal cukup mahal harganya di pasaran.
ADVERTISEMENT
"Nah rumah sumber ini kan berharga, bisa puluhan kilo timbalnya itu. Kemungkinan ya, orang itu mau ambil timbal isinya dibuang, kemungkinanya begitu," kata Muchlis yang merupakan anggota tim penilai jabatan peneliti BATAN.
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif
Gris polisi di lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sewajarnya, Cesium atau pemancar memiliki umur tertentu. Jika sudah lemah memancarkan radiasi, cesium harus dibongkar dan dibawa ke Batan.
"Sumber bekas harus disimpan di BATAN. Sumber BATAN tak boleh dibuang sembarangan harus dibuang ke BATAN," kata Muchlis.
Permuan warga dan Bapeten
Pertemuan warga, Bapeten dan Kapolres di Balai Warga Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Muchlis menggarisbawahi, Cesium tidak bisa sembarangan dimiliki. BAPETEN seharusnya punya data terkait kepemilikan Cesium.
"Dan BAPETEN harusnya punya sumber cesium itu, BAPETEN harusnya bisa merunut sumber ini," kata Muchlis.
Dari segi kesehatan, sebetulnya tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Terbukti dari warga yang masih beraktivitas normal. Hal ini juga dilatarbelakangi, Kompleks Batan Indah dihuni oleh para pekerja Batan yang tentu punya pengetahuan memadai tentang bahan radioaktif.
ADVERTISEMENT
Mendengar masukan Muchlis serta dugaanya, Hendriyanto tidak menanggapi. Ia mengacungkan ibu jari tanda setuju dan menerima masukan tersebut.
Jika merunut lokasi, kompleks ini letaknya berseberangan dengan beberapa Industri. Dari Google Maps, ada PT L'Essential yang merupakan industri kosmetik, PT Festo yang bergerak di bidang peralatan Industri, PT Hafele yang merupakan industri mebel dan PT Hi Test yang merupakan pemasok kegiatan laboratorium. Semua PT tersebut terletak di Taman Tekno BSD. Letaknya tak jauh, hanya sekitar 2 kilometer dari Perum Batan Indah.
Sampai saat ini, BAPETEN sudah mengambil sampel tanah yang terpapar radiasi radioaktif. Dengan data itu, BAPETEN akan menelusuri siapa pemilik radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan