Warga Inggris Palsukan Kematian di Bali, Modus Lompat dari Tebing

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lanskap Sawah Tegallalang, Ubud, Bali Foto: Flickr/Luismi BG
zoom-in-whitePerbesar
Lanskap Sawah Tegallalang, Ubud, Bali Foto: Flickr/Luismi BG

Seorang WN Inggris bernama Ryan Roth (39), diduga mengelabui kematiannya dengan terjun dari sebuah tebing di kawasan Pura Selonding, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. Ryan diduga terjerat pidana skimming di Australia.

“Patut diduga pengelabuan,” kata Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Suratno kepada wartawan, Selasa (28/1).

Sementara itu, Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus mengatakan, polisi mendapatkan kabar dari warga bahwa Ryan jatuh dari ketinggian 100 meter tebing pada Senin (20/1), sekitar pukul 08.00 WITA. Di lokasi kejadian, ditemukan sebuah handuk yang diduga milik Ryan.

Di atas handuk itu terdapat sejumlah barang berupa pulpen, korek gas, rokok, dompet kulit cokelat, minuman alkohol. Sebuah sepeda motor Vario bernopol DK 3626 juga ditemukan yang diduga dikendarai Ryan.

Dari hasil penyelidikan di tempat Ryan menginap di sebuah vila di Bali, Ryan meninggalkan sebuah surat wasiat yang ditujukan untuk mantan kekasihnya bernama Alice, WN Hongkong. Isinya menyatakan, dirinya masih mencintai Alice.

collection embed figure

Namun, Yusak belum bisa memastikan Ryan sengaja mengelabui kematiannya.

“Kalau dari hasil olah TKP itu memang tidak ada tanda-tanda (jatuh dari tebing)," kata Yusak saat dihubungi.

"Tapi itu belum bisa menyimpulkan secara pasti bahwa yang bersangkutan itu jatuh atau lompat di tebing. Karena kita enggak bisa mengandai-andai,” imbuhnya.

Yusak juga telah memintai keterangan Alice. Alice mengaku saat Ryan dikabarkan jatuh di tebing dia berada di Ubud, Kabupaten Gianyar.

“Dari Alice mereka hubungan baik-baik saja, saat kejadian Alice di ubud, sempat ketemu,” kata Yusak.

Polisi bersama Basarnas sempat melakukan pencarian terhadap tubuh Ryan selama beberapa hari. Hasilnya, nihil. Pencarian Ryan pun dihentikan.

“Pencariannya kita hentikan karena kita tidak temukan lagi tapi kita masih mencari informasi dari masyarakat yang mungkin ketemu jenazahnya,” kata Yusak.

Kasus mengelabui kematian oleh Ryan awalnya dikabarkan oleh 9news.com. Dalam media Australia itu disebutkan, memalsukan kematiannya karena terlibat perkara pidana skimming di Australia.

Merespons pemberitaan ini, Yusak mengatakan, pihaknya menunggu pihak Australia atau Inggris untuk mengusut kasus Ryan lebih jauh.

“Kita belum tahu. Kita enggak mau menduga karena harus ada konfirmasi dari negaranya melakukan tindak pidana ke Polda. Sampai saat ini belum ada (dihubungi pihak Inggris atau Amerika),” kata Yusak.