Warga Jerman Peringati Satu Tahun Kejadian Truk Maut Berlin

Warga Jerman memperingati satu tahun pasca serangan teroris di pasar Natal, Berlin yang menewaskan 12 orang dan melukai 48 orang lainnya. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Jerman harus belajar dari kurangnya keamanan saat kejadian serangan truk terjadi.
"Hari ini adalah hari berkabung, tapi juga hari penentuan untuk membuat hal-hal yang lebih baik yang tidak berjalan (di masa lalu)," kata Merkel di lokasi kejadian di pasar Natal Breitscheidplatz, Selasa (19/12), seperti dilansir Reuters.
Pada 19 Desember 2016, seorang pria berusia 24 tahun berkewarganegaraan Tunisia, Anis Amri, membajak sebuah truk kemudian menabrakannya di pasar Natal Breitscheidplatz di Berlin. Sebelumnya, ia merebut truk tersebut dari seorang sopir yang berasal dari Polandia, Lukasz Robert Urban.
Setelah kejadian tersebut, Amri kemudian menjadi buronan sebelum akhirnya tertembak mati di Milan, Italia.

Pada kesempatan itu, Merkel bertemu dengan korban selamat maupun keluarga yang meninggal. Ia mengatakan akan bertemu dengan mereka dalam beberapa bulan ke depan untuk memberikan kabar terbaru mengenai pelajaran yang pemerintah Jerman dapatkan dari serangan militan Islam terburuk di Jerman.
Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier menyebut dukungan bagi korban serangan datang terlambat dan belum cukup.
"Ini (kejadian) pahit bahwa negara tidak bisa melindungi keluarga Anda," ucap Steinmeier di hadapan keluarga korban.
Di tengah kritik dari keluarga korban terkait penanganan insiden tersebut, Merkel juga berjanji akan menambah bantuan bagi keluarga korban yang meninggal maupun selamat.
Menurut ahli hukum yang mewakili korban, Kurt Beck, pemerintah Jerman telah sepakat untuk menaikkan pembayaran kompensasi kepada keluarga korban meninggal maupun korban selamat. Kenaikan dilakukan setelah mendapat keluhan dari keluarga korban yang menyatakan kompensasi sebesar 10 ribu Euro (atau sekitar Rp 161 juta) tidak mencukupi.
