Warga Madura Mudik 'Toron' Jelang Idul Adha, Akses Jembatan Suramadu Macet
ยทwaktu baca 3 menit

Arus kendaraan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura terpantau padat pada Selasa (26/5) sore. Sekitar 10 ribu kendaraan melintas didominasi roda dua.
Pantauan kumparan, sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat terlihat mengular di Jalan Kedung Cowek arah Jembatan Suramadu. Kendaraan roda dua nampak berjalan lambat hingga memasuki Jembatan Suramadu.
Sejumlah personel kepolisian nampak disiagakan untuk mengurai kemacetan di sekitar Jembatan Suramadu.
Kepadatan arus lalu lintas ini dipenuhi pemudik yang hendak pulang kampung menjelang perayaan Idul Adha atau 'Toron'.
Toron dalam bahasa Madura artinya yakni turun. Kata ini populer digunakan sebagai sebutan untuk tradisi mudik atau pulang kampung bagi masyarakat Madura yang merantau jelang Idul Adha.
Seorang pemudik bernama Susi (37), perempuan asal Burneh, Bangkalan, Madura, mengatakan dirinya mudik Toron tahun ini bersama suami dan dua putranya menggunakan sepeda motor.
"Iya Toron. Sama bapaknya sama anak-anak 2 anak," ujar Susi saat ditemui di Jalan Kedung Cowek, Selasa (26/5).
Susi menyampaikan, setiap ada perayaan besar mudik pulang kampung berkumpul bersama sanak saudara. Susi sendiri merantau di Suro bersama suami dan anaknya.
"Ya enggak setiap tahun, kadang sebulan kan dekat. Kalau ada acara ya mudik, ini kan kebetulan Idul Adha jadi ya full," ucapnya.
Susi sendiri berangkat dari rumahnya di Kedinding, Surabaya, sejak pukul 15.00 WIB. Ia sedang berhenti di pinggir jalan untuk menunggu saudaranya perjalanan dari Sidoarjo.
"Jam 3 tapi nunggu saudara katanya di jalan. Jam 3 tadi masih sepi, setengah jam langsung penuh," katanya.
Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji mengatakan, sore ini merupakan puncak arus mudik di Jembatan Suramadu menuju arah Pulau Madura.
"Jadi sesuai prediksi, mulai sore ini sampai nanti malam merupakan puncak arus mudik ke Madura. Kalau istilah Maduranya, Toron," kata Imam.
Imam menyampaikan, peningkatan volume kendaraan pada sore hari ini mencapai 500 persen dari hari biasa.
Sehingga, pihaknya menerapkan buka-tutup jalur kendaraan roda dua yang dialihkan setengah ke jalur roda empat atau jalur cepat.
"Karena peningkatan terutama yang roda dua itu hampir 500 persen ya dari hari biasa, akhirnya tidak bisa lewat jalur biasa. Kita diskresi, kita lakukan pengawalan untuk masuk jalur cepat.Ya tetap buka-tutup. Nanti kalau sudah mulai landai, kita arahkan ke jalur roda dua sesuai semula," ucapnya.
Ia mengatakan, kemacetan mengular hingga satu kilometer, mulai dari pos polisi Kedung Cowek hingga Gate Jembatan Suramadu.
"Ini tadi mulai dari bibir Suramadu kurang lebih 1 kilo, tepatnya di depan Samsat Kedung Cowek untuk ekornya. Namun kita sudah urai, kita lakukan diskresi, kita masukkan jalur cepat atau jalur roda empat. Sekarang sudah mulai landai kembali," katanya.
Kepadatan lalu lintas ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya jelang Idul Adha. Sejauh ini, sekitar 10 ribu kendaraan melintas ke arah Pulau Madura. Imam juga memprediksi kemacetan ini akan berakhir pada malam hari ini.
"Untuk jumlah arus mudik ke Madura hampir sama ya, peningkatan sedikit lah dari pemudik tahun kemarin," ujarnya.
"Untuk prediksi kami nanti setelah ba'da maghrib ya, setelah takbir itu kita prediksi sudah mulai menurun untuk arus mudik ke arah Madura. Perkiraan kurang lebih sudah hampir 10 ribu (kendaraan) untuk hari ini. Mulai dari siang tadi sampai sore ini sudah kurang lebih 10 ribu pemudik yang meninggalkan Surabaya ke arah Madura," ucapnya.
