Warga Malaysia Demo Tuntut PM Muhyiddin Yasin Mundur
·waktu baca 2 menit

Ratusan orang terdiri dari pemuda-pemudi berbaju hitam berunjuk rasa di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (31/7). Mereka menuntut Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin mengundurkan diri karena dinilai gagal menjalankan pemerintahan, khususnya dalam penanganan pandemi corona.
Berdasarkan laporan Antara, massa melakukan konvoi demo sejak pukul 11.30 waktu setempat dari Stasiun LRT Masjid Jamek di Jalan Melaka ke Dataran Merdeka, ikon kota Kuala Lumpur.
Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Mundur Muhyiddin", "Letak Jabatan", "Hidup-Hidup", "Hidup Rakyat", "Tolak-Tolak", "Lawan-Lawan", "Bangkit-bangkit, Anak Muda" secara bergantian.
Sejumlah perempuan di barisan depan membawa empat boneka "pocong" berwarna putih, diikuti sejumlah massa yang membawa spanduk hitam besar bertuliskan "Kerajaan Gagal" dan "Penipu Nasional".
Ada juga yang membawa poster bertuliskan "Kartu Laporan Pemerintah: Kepemimpinan, Kesehatan Negara, Kegiatan Ekonomi, Keprihatinan, Kejujuran, Gagal" dan "Stop Police Intimidation".
Di antara pengunjuk rasa, tampak Wakil Ketua Partai Amanah Kawasan Setiawangsa, Asmaaliff Abdul Adam, yang sehari sebelumnya melaporkan Menteri Undang-Undang Takiyuddin dan PM Muhyiddin ke Kantor Polisi Dang Wangi karena membatalkan peraturan darurat dan pembatasan yang membuat kecewa Raja Malaysia.
Para koordinator mengenakan helm putih dan berulangkali mengingatkan massa untuk menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.
Menjelang tiba di Dataran Merdeka, mereka diadang Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Jalan menuju lapangan tersebut ditutup, sementara di sekitarnya terlihat banyak petugas kepolisian dan pengatur lalu lintas.
Helikopter polisi berkeliling mengawasi aksi unjuk rasa dari atas Dataran Merdeka dan Gedung Bandaraya.
Karena dilarang masuk ke Dataran Merdeka, para pengunjuk rasa melanjutkan konvoi ke Jalan Raja Laut. Mereka duduk di jalan mendengarkan orasi dari koordinator lapangan sambil meneriakkan yel-yel.
Hingga pukul 13.00 waktu setempat, unjuk rasa masih berlangsung tertib dan tak ada kericuhan.
