Warga Penuhi Alun-Alun Pati Bersiap Demo KPK Terkait Bupati Sudewo
ยทwaktu baca 3 menit

Warga Kabupaten Pati yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu mulai memenuhi Alun-Alun Pati pada Minggu (31/8) sejak pukul 11.00 WIB. Mereka akan mengikuti demonstrasi untuk menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api.
Warga datang ke Alun-Alun Pati dengan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga truk. Mereka membawa perlengkapan pribadi untuk perjalanan ke Jakarta.
Selain itu, posko donasi juga sudah penuh dengan logistik untuk demonstrasi, seperti air mineral, snack, makanan berat, hingga bahan makanan. Termasuk juga berbagai alat masak seperti kompor, panci, hingga wajan.
Masyarakat Pati Bersatu juga menyiapkan berbagai spanduk tuntutan untuk KPK dan tangkapan layar berita berbagai kasus yang menjerat Sudewo.
Salah satu warga, Slamet mengaku ikut aksi sebagai bentuk solidaritas kepada sesama warga Pati yang berjuang menuntut KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka.
"Berangkat inisiatif sendiri. Berangkat bersama teman-teman sebagai bentuk solidaritas atas berbagai masalah yang terjadi di Pati," katanya.
Slamet berharap ratusan warga Pati bisa kompak dan mengikuti komando saat unjuk rasa di KPK. Dia tak ingin ada anarkisme yang berujung kericuhan.
"Semoga aksi besok sesuai harapan warga Pati, yaitu meminta KPK segera mengusut semua kasus dugaan suap yang menjerat Sudewo," harapnya.
Warga lain, Supriyono mengaku ikut berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan kegelisahan warga Pati soal dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Sudewo.
"Kami mendesak KPK segera memproses Bupati Sudewo, benar-benar menjadi tersangka," ujarnya.
Supri mengaku berangkat ke Jakarta atas kemauan sendiri. Setelah kemarin ikut mengirim surat ke KPK, hari ini dia juga ikut berangkat ke Jakarta.
"Tidak ada persiapan khusus. Yang penting badan sehat dan semoga sampai Pati dengan selamat," katanya.
Donasi Terkumpul Rp187 Juta
Untuk demo di Jakarta, Masyarakat Pati Bersatu mengumpulkan donasi sejak Rabu (20/8). Posko donasi itu dibuka di depan kantor Bupati Pati Sudewo.
Donasi ditutup pada Minggu (31/8) pukul 00.01 WIB. Total donasi yang akan digunakan untuk biaya ke Jakarta tercapai ratusan juta rupiah.
"Donasi sudah ditutup tadi malam. Jumlahnya ada Rp 187 juta-an," beber Teguh.
Dia mengucapkan terima kasih untuk warga Pati yang telah memberi sumbangan dalam nominal berapa pun. Donasi ini sangat berarti untuk membantu memperjuangkan nasib warga.
"Kami haturkan banyak-banyak terima kasih kepada para donatur. Apa daya kami sebagai masyarakat biasa mau ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan agar Pati jadi kabupaten yang nyaman, tentram tanpa pemimpin yang arogan, tanpa pemimpin yang menindas rakyat," tegas Teguh.
Ditanya soal apakah bantuan itu cukup untuk memberangkatkan warga ke Jakarta berikut logistiknya, Teguh mengatakan bahwa anggaran akan digunakan sebaik-baiknya.
"Sebenarnya kalau dibilang cukup, ya enggak cukup. Tapi kami berusaha dicukup-cukupkan karena itu amanat. Memang donasi ini khusus untuk kami pergi ke Jakarta," beber dia.
Untuk pengeluaran, Masyarakat Pati Bersatu sudah menggunakannya untuk keperluan menyewa 10 bus, logistik seperti makanan siap saji, bahan makanan untuk membuat dapur umum di Jakarta, dan keperluan pemberangkatan lain.
"Kami menyiapkan 10 bus dengan jumlah peserta sekitar 500 orang. Kami akan berangkat siang ini agar sebelum Subuh sudah sampai di gedung KPK," beber Teguh.
