Warga Suku Terasing di Amazon yang Positif Corona Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suku Yanomami di hutan Amazon Foto: . REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
zoom-in-whitePerbesar
Suku Yanomami di hutan Amazon Foto: . REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Salah satu warga dari suku Yanomami, Brasil, meninggal dunia karena virus corona. Kabar ini membuat sejumlah pihak khawatir karena suku terasing di hutan Amazon ini rentan terkena penyakit asing lantaran sulitnya fasilitas medis.

Dilansir AFP, remaja laki-laki berusia 15 tahun itu meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama seminggu di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Boa Vista, Jumat (10/4). Kementerian Kesehatan Brasil dalam keterangannya mengatakan laki-laki tersebut meninggal setelah mengalami komplikasi pada pernapasannya, Kamis (9/4) malam.

Asosiasi Hutukara menyalahkan "perawatan medis yang tidak memadai" atas kematian remaja laki-laki itu. Disebutkan juga bahwa remaja tersebut pergi selama lebih dari 2 minggu tanpa diagnosa yang tepat sejak pertama kali ke rumah sakit dengan gejala pernapasan.

Dukun Yanomami yang juga juru bicara Yanomami dari India di Brasil, Davi Kopenawa Yanomami. Foto: Martin BUREAU / AFP

Mereka pun meminta pihak berwenang untuk melacak dan melakukan tes dan isolasi mandiri terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan remaja tersebut. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menindak penambang emas ilegal di tanah adat, yang diyakini sebagai sumber penularan corona.

Kantor berita Amazonia Real menyebut wabah ini akan menjadi "genosida" di antara masyarakat adat.

"Penyakit ini sangat berbahaya bagi kita," kata pemimpin Yanomami, Dario Yawarioma.

kumparan post embed

"Ini hari yang sangat menyedihkan bagi Yanomami".

Brasil adalah rumah bagi sekitar 800 ribu penduduk asli yang berasal dari 300-an kelompok etnis dan suku.

Surat kabar Globo mengatakan, remaja ini merupakan penduduk asli ketiga di Brasil yang meninggal setelah terinfeksi virus corona. Dua kasus lainnya berasal dari suku Borari dan Muru. Sementara 8 pasien yang berasal dari 5 suku telah dites positif corona.

==========

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!