Wartawan yang Dipukul saat Liput Diskusi 'Selamatkan Golkar' Lapor Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diskusi tentang Munaslub Partai Golkar dibubarkan sekelompok orang. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi tentang Munaslub Partai Golkar dibubarkan sekelompok orang. Foto: Haya Syahira/kumparan

Janivan Prapta, wartawan Kompas TV, menjadi korban pemukulan saat meliput diskusi bertajuk 'Selamatkan Partai Golkar' yang digelar Generasi Muda Partai Golkar (GMPG).

Diskusi yang digelar di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, itu tiba-tiba dibubarkan sekelompok massa yang mengatasnamakan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Janivan melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Laporannya telah diterima dan teregister dengan nomor LP/B/4348/VII/2023/SPKT tertanggal 26 Juli 2023. Ia melaporkan terkait Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan.

Janivan menjelaskan, insiden bermula ketika acara diskusi itu hendak dimulai. Tiba-tiba datang sekelompok massa yang mengaku dari AMPG mengamuk.

"Sampai pihak panitia bilang 'nanti diliput ya kalau datang geruduk', ok saya liput, selang beberapa detik saya record mereka langsung mendatangi saya tanpa babibu langsung mukul kamera saya sama mukul dagu saya," kata Janivan di Polda Metro Jaya, Rabu (26/7).

Laporan polisi jurnalis yang diserang ketika liput acara diskusi 'Selamatkan Partai Golkar'. Foto: Dok. Istimewa

Selain melakukan pemukulan, lanjutnya, massa juga sempat melontarkan kata-kata ancaman saat keributan terjadi. Bahkan, mereka juga melakukan intimidasi ke jurnalis yang ada di sana.

"Sambil melakukan intimidasi sambil mengatakan, pokoknya setiap wartawan megang kamera atau handphone mereka langsung nyamperin langsung bilang matiin," ujarnya.

Lebih lanjut, Janivan menyebut, ada sekitar 10 sampai 15 orang yang mengamuk di sana. Menurutnya, bukan hanya dia, jurnalis yang menjadi korban kekerasan.

Beruntung tak ada luka yang dialaminya akibat kejadian itu. Hanya saja lensa kameranya mengalami kerusakan.

"Yang kena pukul cuma saya sendiri dan ada anak media lain CNN handphonenya diambil, dibuang sembarang jadi mereka benar-benar enggak mau di record," pungkasnya.