Wasiat Kapolres Boyolali AKBP Yoga pada Ketiga Anaknya sebelum Meninggal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga meninggal dunia saat dirawat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Foto:  Instagram/@polres__boyolali
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga meninggal dunia saat dirawat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Foto: Instagram/@polres__boyolali

Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilapi sempat memberikan pesan wasiat kepada anak-anaknya sebelum meninggal dunia. Lulusan Akpol 2003 ini tutup usia di Rumah Sakit RS Tlogorejo Semarang, Minggu (6/10), saat dirawat setelah kecelakaan pada 1 Oktober lalu.

Pesan tersebut diungkap oleh ayahanda Yoga, Muhammad Fachruddin.

"Ada semacam pesan (sebelum meninggal dunia) dia (almarhum) bilang ke anaknya," kata Fachruddin saat ditemui di rumah duka di Perumahan Bukit Novo, Kota Depok, Jabar, Senin (7/10).

Suasana rumah duka almarhum Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilapi di Perumahan Bukit Novo, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Senin (7/10/2024). Foto: kumparan

Fachruddin menuturkan, pesan itu disampaikan almarhum kepada anak pertamanya. Almarhum berpesan agar si Sulung menjaga adik-adiknya.

"Satu, waktu dia (almarhum) bilang ke anaknya yang pertama. Untuk jaga adik-adiknya," ucap Fahruddin.

Pesan kedua, ketiga anaknya juga diminta untuk menjaga sang ibunda. "Harus menjaga Mami dan hargai jangan sampai disakiti. Jangan sampai tidak menjalankan perintahnya," tuturnya.

Muhammad Fachruddin, ayahanda Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta saat ditemui di rumah duka di Depok, Senin (7/10/2024). Foto: kumparan

Pesan ketiga, lanjut Fachruddin, ketiga anaknya diperintahkan untuk beribadah, bersedekah, dan beramal saleh.

"Diminta berikan sedekah dan amal jariah kepada umat yang memerlukan kalau dia tidak memerlukan, nggak usah," tuturnya.

Fachruddin mengatakan sangat mengenal sosok anaknya yang telah berpulang itu. Muhammad Yoga, kata Fachruddin, adalah pribadi yang murah senyum dan suka menolong orang lain.

"(Anak saya sosok) penyayang, dermawan, mudah bergaul. Nggak pernah marah, coba tanya ke anak buah, ya," ungkapnya.

Kondisi mobil Kapolres Boyolali usai tabrak truk pengangkut tiang listrik di Tol Kandeman, Batang, Selasa (2/10) kemarin. Foto: Dok. Istimewa

Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Kapolres Boyolali Muhammad Yoga beserta ajudan dan sopirnya menabrak bagian belakang truk tronton yang memuat tiang listrik di Tol Kandeman KM 346 (Batang) pada Selasa (1/10) sekitar pukul 01.25 WIB.

Saat itu Yoga hendak pergi ke Jakarta untuk menjenguk keluarganya yang sakit.

Unggahan duka cita atas meninggalnya ajudan dan sopir Kapolres Boyolali karena kecelakaan. Foto: Instagram/ @humas_poldajateng

Dalam insiden itu, ajudan dan sopirnya yakni Bripda Vabrillian Dean Artono dan Bripda Rio Risna meninggal dunia di lokasi. Sedangkan Yoga sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada pukul 20.00 WIB Minggu (6/10).