Waspada! 25 Kelurahan di Jakarta Berpotensi Terendam Banjir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji. Foto: Fadlan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji. Foto: Fadlan/kumparan

Jakarta mulai memasuki musim hujan. Banjir sudah beberapa kali melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Siapkah warga menghadapi musim hujan beberapa bulan ke depan?

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan sedikitnya ada 25 kelurahan yang rawan banjir di Jakarta. Penyebab utamanya, luapan sungai di sekeliling permukiman warga.

"Kami punya Pergub berkaitan dengan kontinjensi banjir. Ada 25 kelurahan yang sudah kita petakan daftarnya, ya. Kayak Jakarta Selatan tuh ada 8 kelurahan, Jakarta Barat ada 9 kelurahan gitu, kami ada data-datanya," kata Isnawa Adji usai diskusi Musim Hujan dan Keselamatan Warga di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Aji tinjau banjir di Jakarta. Foto: BPBD DKI Jakarta

Isnawa juga mengatakan perlu ada pengecekan rutin di saluran-saluran drainase. Para lurah hingga wali kota juga sudah mendapatkan arahan dari Pj Gubernur DKI Jakarta dalam merespons cepat begitu ada banjir yang muncul.

"Jadi memang harus sering dilakukan pengecekan-pengecekan, salah satunya Pak Pj Gubernur memberikan arahan kepada para Lurah misalnya untuk melakukan penentuan titik-titik prioritas unggulan, kawasan-kawasan yang sering banjir atau genangan harus diopname lagi, harus direview lagi," imbuh Isnawa.

Isnawa memang tidak menyebutkan secara detail 25 kelurahan rawan banjir itu. Dia hanya menyebut beberapa lokasi yang kerap terendam banjir bila hujan lebat hingga ekstrem melanda.

"Misalnya di Jakarta Barat ada Rawa Buaya, Kembangan. Kalau Jakarta Selatan ada Cipete, Pejaten Timur, Cipulir, Ulujami, terutama daerah-daerah yang sebetulnya kebanyakan adalah daerah yang di bantaran kali dan sungai," tuturnya.

"Misalnya kayak kawasan Pondok Karya atau Kemang itukan sebabnya misal dari Kali Mampang, saya sudah ada program dengan dinas SDA ingin melakukan optimalisasi itu," lanjut Isnawa.

Warga beraktivitas saat banjir yang melanda kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lurah dan Camat setempat saat ini memiliki PR penting untuk meminimalisir permasalahan banjir di wilayahnya.

Sungai di Jakarta diketahui mengalami pendangkalan dan penyempitan. Yang kemungkinan dulunya memiliki kedalaman 4 meter, saat ini hanya 1,5 meter.

Hal ini disebabkan tata kota yang berubah. Daerah tangkapan air kini menjadi pemukiman, perkantoran dan pusat perbelanjaan.

"Makanya Pemprov DKI ada program membebaskan lahan, kan. Dinas Pertamanan, SDA, bikin taman, bikin zero run off, bikin ruang limpah sungai. Nah itu sebetulnya upaya-upaya untuk mengembalikan lagi fungsi-fungsi yang dulu sebagai daerah resapan air," pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fadlan Nuril Fahmi