kumplus- Lipsus Kereta Cepat- Didiek Hartantyo

Wawancara Dirut KAI: Suntikan APBN hingga Prediksi Kereta Cepat Balik Modal (4)

22 November 2021 9:30
ยท
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Target penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mulai digarap sejak 2016 terus molor. Dari target awal rampung 2019 kini molor menjadi akhir 2022. Penyebab molor mulai dari masalah finansial, perencanaan tak matang, hingga manajemen.
Konsorsium BUMN pemegang 60% saham proyek itu, PT KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII, dirundung kesulitan finansial di tengah pandemi COVID-19. Memasuki periode kedua, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera merampungkan proyek kereta cepat.
PT KAI dipilih menggantikan WIKA untuk menjadi leading konsorsium BUMN. Bagaimana strategi PT KAI beres-beres proyek kereta cepat? Bagaiman cara menghadapi pembengkakan biaya alias cost overrun kereta cepat? Cukupkah kucuran APBN untuk menambal biaya?
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung belum juga tuntas. Target rampung pada 2019 tinggal angan-angan. Banyak persoalan mencuat dan berkelindan, membuat proyek melambat-tersendat. Ada apa? Di mana letak kesalahan kalkulasi? Dan mengapa? Klik di bawah.