WHO: 150 Juta Orang di Eropa Hidup di Bawah Suhu Panas Ekstrem

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: REUTERS/Denis Balibouse
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: REUTERS/Denis Balibouse

Ratusan juta penduduk Eropa kini berada di bawah ancaman gelombang panas ekstrem yang mulai bergerak dari kawasan barat ke timur.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lembaga itu mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait gelombang panas yang melanda Eropa.

"Saat ini 150 juta orang hidup di bawah suhu panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, jaringan listrik kewalahan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di X, seperti dikutip dari AFP.

Sejumlah warga berdiri di dekat selang air yang menyemprotkan air untuk menyegarkan diri dari sengatan musim panas, sebagai bagian dari langkah adaptasi iklim di Cologne, Jerman barat, Kamis (25/6/2026). Foto: Ina Fassbender/AFP

"Eropa adalah benua yang paling cepat memanas di Bumi, dengan laju pemanasan dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global," lanjutnya.

Menurut laporan AFP, suhu panas ekstrem kini semakin intens melanda Eropa bagian tengah dan timur.

Ilustrasi - Peta Eropa. Foto: syeddilaver/Shutterstock

Di Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia, suhu udara melonjak tajam. Bahkan, ketiga negara tersebut mencatatkan rekor suhu tertinggi.

Berdasarkan perhitungan AFP, sekitar 191 juta penduduk Eropa diperkirakan akan mengalami suhu ekstrem di atas 35 derajat Celsius.

instagram embed

Laporan WHO juga mengungkap, gelombang panas ekstrem telah menyebabkan sekitar 1.300 kematian sejak 21 Juni 2026.

Rekor suhu tertinggi juga tercatat di Jerman, Polandia, Republik Ceko, Inggris, hingga Swiss.