WHO: Acara Keagamaan Bantu Penularan Virus Corona Lebih Cepat

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maria Van Kerkhove dalam sesi tanya jawab WHO, Selasa (9/6). Foto: WHO (@WHO) via Twitter
zoom-in-whitePerbesar
Maria Van Kerkhove dalam sesi tanya jawab WHO, Selasa (9/6). Foto: WHO (@WHO) via Twitter

WHO kembali memberikan pernyataan terkait pandemi virus corona. Meski sejumlah negara dianggap sudah berhasil menekan penyebaran virus ini, namun beberapa mengalami adanya gelombang penularan kedua atau second wave.

Pimpinan Teknis dalam Penanganan COVID-19 untuk WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan salah satu penyebab penularan virus corona kembali naik yakni karena kembalinya dibuka kegiatan keagamaan. Terutama kegiatan yang bersifat mengundang banyak orang.

"Banyak negara yang telah berhasil dalam mengatasi virus corona mengalami peningkatan kasus karena peristiwa keagamaan," kata Kerkhove dikutip dari Reuters, Selasa (23/6).

kumparan post embed

Hanya saja, Kerkhove tidak memberikan contoh kegiatan keagamaan yang dimaksud. Dia mengatakan setiap kegiatan yang mengundang banyak orang akan memicu penularan COVID-19.

“Setiap peluang virus dapat bertahan, itu akan terjadi (penularan). Sangat penting bahwa negara-negara berada dalam posisi untuk mendeteksi kasus-kasus ini dengan cepat," ucap dia.

Sementara Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan, mengatakan salah satu negara yang mengalami second wave adalah Korea Selatan. Peningkatan kasus COVID-19 di Korsel disebut berasal dari klaster kelab malam.

embed from external kumparan

Hingga saat ini, tercatat jumlah warga yang positif terjangkit virus corona mencapai 9.006.757 orang. Mereka tersebar di ratusan negara. Sementara jumlah korban tewas akibat virus ini mencapai 469.220 orang.

Amerika Serikat menjadi negara yang paling parah terdampak pandemi ini. Jumlah warga yang terjangkit mencapai 2 juta jiwa.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona!