WHO Akan Bagikan 120 Juta Alat Rapid Test Murah dengan Akurasi Tinggi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY
zoom-in-whitePerbesar
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (29/9) mengumumkan akan membagikan lebih 120 juta rapid test antigen terjangkau.

Rapid test antigen lebih akurat dibanding rapid test antibodi yang lebih dulu populer, tapi lebih rendah dibandingkan metode PCR.

WHO akan membagikan rapid test antigen itu ke negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Test antigen tersebut seharga USD 5 atau setara setara Rp 74 ribu. Nantinya lewat tes antigen itu hasil tes bisa didapat 15 sampai 30 menit. Tidak sampai berjam-jam atau berhari-hari seperti metode PCR.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pejabat lainnya menghadiri Pertemuan Kesehatan Dunia ke-73 (WHA) virtual. Foto: Christopher Black/WHO

WHO yakin dengan adanya tes baru ini maka beribu nyawa bisa terselamatkan dari virus corona.

"Rapid test kualitas tinggi ini akan menunjukkan kepada kami di mana virus itu bersembunyi, dan ini merupakan kunci untuk melacak dan mengisolasi kontak sehingga bisa memutus rantai penularan," kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

embed from external kumparan

"Tes adalah alat penting bagi setiap pemerintah yang ingin membuka kembali ekonomi dan pada akhirnya untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian," sambung dia.

WHO juga menyatakan, penyediaan rapid test antigen sudah disepakati oleh Yayasan Bill & Melinda Gates dengan produsen alat tes tersebut Abbott and SD Biosensor.

Kerja sama tersebut akan membuat 129 juta test antigen tersedia bagi negara berpenghasilan kecil dan menengah.

kumparan post embed