WHO: Anak-anak Lebih Rentan Terdampak Parah akibat Cacar Monyet
·waktu baca 3 menit

Munculnya monkeypox atau cacar monyet di Indonesia perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak yang menurut WHO lebih rentan pada virus ini. WHO menjelaskan bahwa anak-anak dapat terkena cacar monyet jika mereka berkontak erat dengan seseorang yang terinfeksi.
“Data dari negara-negara yang terkena dampak sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak biasanya lebih rentan terhadap penyakit parah daripada remaja dan orang dewasa. Ada sejumlah kecil anak-anak dengan cacar monyet dalam wabah saat ini,” tulis WHO di situs resmi mereka.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), beberapa anak termasuk bayi, anak di bawah 8 tahun, dan anak yang memiliki kondisi kulit seperti eksim dan gangguan autoimun, mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius jika mereka tertular cacar monyet.
Pemerintah telah mengkonfirmasi satu kasus positif cacar monyet di Indonesia pada Sabtu (20/8). Jubir Kemkes dr. Mohammad Syahril pasien yang terkonfirmasi adalah laki-laki berusia 27 tahun yang sempat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Mohammad Syahril membeberkan keadaan pasien tersebut. Meski dikabarkan baik-baik saja, pasien sempat mengalami demam pada tanggal 16 Agustus 2022. Dua hari kemudian mulai muncul ruam-ruam khas Cacar Monyet di bagian wajah, telapak tangan, hingga sekitar area genital. Setelah itu baru pasien terkonfirmasi tersebut melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat.
WHO menegaskan bila masyarakat merasa memiliki gejala cacar monyet harap segera menghubungi penyedia layanan kesehatan guna memperoleh saran, tes, maupun perawatan.
“Jika Anda merasa memiliki gejala cacar monyet, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendapatkan saran, pengujian, dan perawatan medis. Sampai Anda menerima hasil tes Anda, isolasi diri Anda dari orang lain jika memungkinkan,” tulis WHO melalui website resminya.
Bila telah menerima tes dan hasilnya positif untuk monkeypox, penyedia layanan kesehatan akan memberitahu pasien harus isolasi mandiri atau isolasi di fasilitas kesehatan.
Diketahui saat ini pasien monkeypox yang terkonfirmasi di Indonesia tengah melakukan isolasi mandiri sebab kondisinya tidak parah.
“Tadi malam diumumkan positif, pasien baik-baik saja. Dalam istilah (gejala) COVID-19 itu ringan dan pasien tidak perlu dirawat, isolasi cukup isolasi mandiri di rumah,” kata Syahril dalam konferensi pers temuan pasien pertama terkonfirmasi Monkey Pox di Indonesia, Sabtu (20/8).
Dikutip dari Kemkes.id ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai, dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.
Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.
WHO menganjurkan jika pernah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menderita cacar monyet atau lingkungan yang terkontaminasi virus, pantau gejala Anda selama 21 hari setelah terakhir kali berkontak.
