WHO: Nakes Belum Divaksinasi Sama Sekali Terbanyak di Papua dan Maluku

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksinasi tenaga kesehatan di puskesmas. Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinasi tenaga kesehatan di puskesmas. Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti masih banyaknya tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia yang masih belum divaksin COVID-19 sama sekali (zero dose).

Dalam laporan terbarunya per 25 Juli 2021, WHO melaporkan dua provinsi dengan jumlah nakes terbanyak belum divaksinasi adalah Papua dan Maluku. Data ini dihimpun hingga Senin (23/5) kemarin.

"Provinsi dengan persentase tertinggi tenaga kesehatan yang tidak divaksinasi (zero dose) adalah Papua (18,6 persen) dan Maluku (13 persen)," tulis WHO dalam laporannya, dikutip Kamis (26/8).

Padahal, kelompok nakes telah menjadi prioritas pemberian vaksinasi corona sejak program ini berjalan pertengahan Januari 2021. Nakes dinilai lebih rentan terhadap paparan COVID-19 karena langsung berhadapan dengan pasien.

kumparan post embed

Di Indonesia, jumlah sasaran nakes untuk divaksinasi berjumlah lebih dari 1,4 juta orang. Bahkan, saat ini para nakes secara bertahap tengah diberikan suntikan dosis ketiga vaksin corona sebagai booster dengan vaksin Moderna.

Vaksinasi Lansia

Masih dalam laporan yang sama, WHO juga menyoroti tingkat vaksinasi lansia yang masih rendah di sejumlah provinsi. Sama seperti nakes, lansia juga menjadi prioritas sejak awal pemberian vaksin karena rentan tertular.

Setidaknya terdapat 10 provinsi dengan persentase vaksinasi lansia masih rendah, bahkan kurang dari 90 persen.

Vaksinasi COVID-19 Tahap II Pelayanan Publik dan Lansia di Langgur, Maluku Tenggara, Rabu (21/4) dok Foto: Dok. Pemkab Maluku Tenggara.

"Sepuluh provinsi melaporkan proporsi populasi lansia yang tidak divaksinasi lebih besar dari atau sama dengan 90 persen: Aceh, Sumatera Barat, Maluku Utara, Papua, Lampung, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Selatan," ungkap laporan tersebut.

Untuk mengatasi persoalan masih rendahnya vaksinasi terhadap kelompok lansia ini, WHO mengingatkan vaksin tetap penting demi menurunkan angka kematian akibat COVID-19.

"Upaya berkelanjutan untuk lebih meningkatkan aksesibilitas dan kesadaran terkait manfaat vaksinasi COVID-19 di antara populasi yang lebih tua dan berisiko tinggi tetap penting untuk menurunkan angka kematian," tutup laporan WHO.

Menurut data Kemenkes per Rabu (25/8) kemarin, jumlah lansia yang telah divaksinasi dosis pertama 5,1 juta atau masih 24,01 persen dari target 21,5 juta orang. Sedangkan yang sudah mendapatkan suntikan penuh dua dosis berjumlah 3,6 juta atau 19,97 persen.