WHO: Orang Kena Corona Omicron Tak Tunjukkan Gejala Berbeda, Cenderung Ringan
·waktu baca 2 menit

World Health Organization (WHO) memberikan keterangan terkait situasi dan hasil penelitian terkini dari COVID-19 varian Omicron.
Para ahli masih belum dapat memastikan sejauh mana varian ini memiliki kemampuan untuk menyebabkan infeksi hingga lebih parah dari varian-varian corona yang telah ada.
"Belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan infeksi varian lain, termasuk Delta," tulis WHO dalam keterangan resmi, dikutip kumparan pada Senin (29/11).
WHO juga membenarkan bahwa terdapat peningkatan pasien yang dirawat khususnya di Afrika Selatan. Akan tetapi belum diketahui pasti apakah hal tersebut berkaitan dengan varian Omicron ini.
"Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin karena meningkatnya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron," jelas WHO.
Walau demikian, WHO juga menyebutkan bahwa sejumlah kasus awal ditemukan pada anak muda namun dengan gejala yang lebih ringan.
Masih butuh waktu hingga beberapa minggu ke depan untuk dapat mengetahui tingkat keparahan yang disebabkan Omicron.
"Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di antara mahasiswa—individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan—tetapi memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu," tutup WHO.
Gejala ringan yang dimaksud antara lain batuk, sakit tenggorokan, hingga pegal-pegal.
