kumparan
News28 April 2020 1:41

WHO soal Wabah Virus Corona: Dunia Seharusnya Mendengarkan Kami

Konten Redaksi kumparan
WHO - Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: REUTERS/Denis Balibouse
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyayangkan pemerintah dunia yang tidak mengantisipasi wabah virus corona sejak awal. Padahal, WHO sudah mengumumkan keadaan darurat global akibat corona sejak Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pihaknya telah memperingatkan wabah COVID-19 merupakan 'Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional' ketika masih belum ada kasus kematian dan baru ada 82 kasus positif corona yang tercatat di luar China.
"Dunia seharusnya mendengarkan WHO dengan hati-hati," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/4), dilansir AFP.
WHO tinjau ruang isolasi pasien COVID-19, Satgas RDB Kongo
Perwakilan WHO meninjau kesiapan ruang isolasi pasien COVID-19 yang didirikan Satgas RDB di Kongo. Foto: Dok. Satgas TNI Konga
Sebelumnya, WHO kerap menerima kritik dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut WHO meremehkan wabah corona. Bahkan, Amerika telah menunda pendanaan kepada WHO. Meski mengkritik, Trump tidak pernah memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.
Tedros bersikeras WHO telah memberikan nasihat yang baik sejak awal virus corona muncul. Nasihat itu diberikan 'berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukti yang terbaik'.
"Saya pikir itu sudah cukup menyampaikan pentingnya mendengarkan saran WHO," tuturnya.
ADVERTISEMENT
"Kami menyarankan dunia untuk menerapkan pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif, dan kami mengatakan temukan, uji, isolasi, dan lakukan pelacakan kontak," jelasnya lagi.
Virus Corona-Jerman
Anggota media menggunakan pakian pelindung merawat pasien yang terkena virus corona di rumah sakit komunitas Havelhoehe di Berlin, Jerman. Foto: REUTERS / Fabrizio Bensch
Namun di sisi lain, ia menyebut pihaknya 'tidak memiliki kewenangan untuk memaksa negara menerima saran kami'. Menurutnya, penetapan status darurat global sudah cukup memicu negara agar meningkatkan tindakan pencegahan terhadap kesehatan masyarakatnya.
"Kamu bisa memeriksa dirimu sendiri: negara-negara yang mengikuti itu berada dalam posisi yang lebih baik daripada yang lain. Ini fakta," tegasnya.
"Terserah negara untuk menolak atau menerimanya. Setiap negara mengambil tanggung jawabnya sendiri," pungkasnya.
Hingga detik ini, virus corona telah menginfeksi 2 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 206 ribu orang meninggal akibat virus ini.
ADVERTISEMENT
==========
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan