WHO Tunggu Kepemimpinan Indonesia di G20 pada 2022

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY
zoom-in-whitePerbesar
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menanti kepemimpinan Indonesia di G20. Rencananya Indonesia akan mengambil alih kepemimpinan WHO pada 2022.

"WHO menanti saat bekerja sama dengan Indonesia saat Indonesia memimpin G20 pada 2022 dan berharap Indonesia tetap berkomitmen memelihara solidaritas di kawasan demi membangun Asia Pasifik yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan," kata Tedros lewat sambutannya pada pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 di Nusa Dua seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/12).

Tedros dan Sekjen Antonio Guterres memberi kata sambutan pada pembukaan BDF di hadapan ratusan delegasi asing yang mengikuti acara lewat aplikasi video konferensi dan secara langsung di Nusa Dua, Bali.

Ilustrasi pertemuan KTT G20 yang digelar secara virtual oleh Arab Saudi. Foto: Dok. g20.org

Dalam pidato tersebut, Tedros juga menyinggung pandemi COVID-19 yang dialami warga di lebih dari 200 negara. Dia mengatakan pandemi berdampak pada sektor kesehatan, aktivitas ekonomi dan politik, khususnya pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di masyarakat, terang Tedros.

"Nyawa dan sumber pendapatan banyak yang hilang, stabilitas sosial, politik, dan ekonomi pun terancam oleh virus(corona) yang mewabah di tengah tingginya kesenjangan antarnegara, khususnya terkait kapasitas sistem kesehatan," kata dia.

Presiden Jokowi menghadiri KTT G20 Tahun 2020 secara virtual. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Demi mengatasi krisis, Tedros mengatakan vaksin, obat-obatan, dan peralatan lain terkait penanganan COVID-19 merupakan barang milik bersama yang tidak dapat dikuasai oleh pribadi, kelompok, atau negara tertentu.

"COVID-19 adalah krisis global sehingga vaksin, obat-obatan, dan peralatan lainnya harus dibagi merata mengingat itu semua adalah barang milik bersama, bukan komoditas milik pribadi," kata Tedros.

Sementara itu, pada 2022 nanti adalah kali pertama Indonesia menjadi pemimpin kelompok negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Kepemimpinan G20 selalu berganti tiap tahunnya, sesuai dengan negara mana yang menjadi tuan rumah.