Wiku Ingatkan Potensi Klaster Keluarga di Long Weekend: Protokol Harus Ketat

Jubir pemerintah dan Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan saat menghabiskan waktu long weekend bersama keluarga. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi munculnya klaster corona di kalangan keluarga terdekat.
"Potensi klaster keluarga atau keluarga yang mengikuti kegiatan long weekend akan tidak terjadi apabila penyelenggara wisata, hotel, termasuk orangnya betul-betul menerapkan protokol kesehatan ketat," jelas Wiku saat konferensi pers update penanganan COVID-19 secara virtual, Kamis (20/8).
Saat ini, banyak masyarakat yang memilih menghabiskan waktu bersama keluarga saat long weekend libur Tahun Baru Islam dan cuti bersama, Kamis (20/8)-Minggu (23/8). Baik berlibur keluar kota maupun pergi ke tempat wisata terdekat.
Wiku Minta Aparat di Tempat Wisata Disiplinkan Protokol Kesehatan
Wiku berharap protokol kesehatan benar-benar diterapkan masyarakat, sehingga momen long weekend tidak membuat kasus infeksi virus corona di Indonesia melonjak. Ia juga meminta kerja sama dari aparat di tempat wisata.
"Ini ujian bagi kita semua, semoga dengan menjaga betul-betul tidak terjadi lonjakan kasus dan penularan, mohon betul-betul disiplin, termasuk aparat di setiap daerah wisata," terangnya.
Belakangan ini muncul adanya klaster keluarga atau rumah tangga. Seperti klaster keluarga di Semplak, Bogor Barat. Data Pemkot Bogor, sudah 35 orang positif virus corona dana menjadi bagian dari klaster ini. Meski demikian, klaster keluarga ini dipastikan berasal dari imported case (dari luar Kota Bogor) dan klaster perkantoran.
Wiku telah menyatakan salah satu faktor tingginya penyebaran virus corona di Indonesia karena aspek sosial budaya. Contohnya kegiatan masyarakat berkunjung satu dengan lainnya. Apalagi jika memiliki hubungan dekat baik keluarga atau kerabat dekat.
"Memang di Indonesia ini memiliki budaya yang beragam dan rasa kekeluargaan yang tinggi, dan itu ditunjukkan oleh data tersebut. Sehingga kondisi penularan salah satunya dikontribusikan dari aspek sosial budaya yang kita miliki," kata Wiku dalam konferensi persnya yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/8).
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
