Wisata Hutan Pinus Kembali Buka, Pemkab Bantul Perbaiki Masalah Sinyal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Hutan Pinussari di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Hutan Pinussari di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Foto: Dok. Istimewa

Hutan Pinussari di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, menjadi satu-satunya destinasi wisata di Bantul yang ditunjuk Kemenparekraf untuk uji coba pembukaan.

Pemkab Bantul mengupayakan sinyal di lokasi tersebut diperkuat.

Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko B Purnomo, mengatakan protokol kesehatan di lokasi wisata tersebut sudah disiapkan pengelola dengan baik. Hanya saja kurang stabilnya sinyal provider masih menjadi kendala.

Padahal sinyal yang stabil amat diperlukan untuk wisatawan mengakses aplikasi PeduliLindungi.

"Kami sudah koordinasi dengan Dispar DIY dengan pak Sekda untuk berupaya agar kesulitan itu bisa teratasi," kata Joko kepada wartawan di Pinussari, Kamis (16/9).

Ilustrasi sinyal internet Wi-Fi. Foto: rawpixel via Pixabay

Jika memungkinkan, di lokasi tersebut akan dipasang penguat sinyal. Dengan begitu tidak stabilnya sinyal mulai dari lemah hingga hilang bisa teratasi.

"Objek wisata ini sudah siap menjadi salah satu objek wisaya yang beroperasi saat PPKM level 3," katanya.

Joko menjelaskan bahwa selain wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, anak di bawah usia 12 tahun juga tidak diperkenankan masuk objek wisata tersebut saat ini.

Sementara Ketua Koperasi Notowono, Mangunan, Purwo Harsono, mengatakan selama ini pihaknya menggunakan wifi apabila ada wisatawan yang providernya lemah sinyal di sini.

"Kita pinjamkan meski pun kadang juga sulit praktiknya," kata Purwo.

Pihaknya juga masih membatasi kunjungan di objek wisata tersebut sesuai dengan SOP dari pemerintah. Jika sebelum pandemi, pengunjung bisa mencapai ribuan per hari, kini hanya ratusan saja.