Yang Sejauh Ini Sudah Diketahui soal Wamenaker Noel Ebenezer Kena OTT KPK
ยทwaktu baca 4 menit

KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau akrab yang disebut Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam (20/8). Noel ditangkap bersama 10 orang lainnya.
"Lokasi di wilayah Jakarta," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Kamis (21/8).
KPK menyebut bahwa penangkapan ini terkait perkara dugaan pemerasan terhadap beberapa perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3.
Usai ditangkap Noel langsung dibawa ke gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa intensif.
Pemerasan Berlangsung Lama
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan bahwa nilai pemerasan oleh Noel pun cukup besar. Pemerasan sudah terjadi sejak 2019, sebelum Noel menjabat sebagai Wamenaker.
"[Pemerasan] sudah berlangsung lama. Jadi [nilainya] cukup besar," kata Fitroh saat dikonfirmasi, Kamis (21/8).
Adapun Noel dilantik sebagai Wamenaker pada Oktober 2024 atau 10 bulan sebelum kemudian ditangkap KPK.
Sita 13 Mobil hingga Moge Ducati
KPK menyita sejumlah barang bukti saat menggelar OTT yang menjaring Wamenaker Immanuel Ebenezer. Barang bukti yang disita antara lain belasan mobil hingga sebuah motor gede (moge) Ducati.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan, sejumlah barang bukti itu disita dari sejumlah lokasi berbeda.
"Dari beberapa tempat jajaran di Kemnaker," ungkapnya.
KPK Akan Umumkan Kasusnya Siang Ini
KPK rencananya akan mengumumkan Hasil OTT Noel pada hari ini, Jumat (22/8) siang.
"Konstruksi perkara dan kronologi kegiatan tangkap tangan ini akan disampaikan lengkap dalam konferensi pers, insyallah besok siang," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Kamis (21/8).
Tanggapan Menaker Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengaku prihatin atas OTT yang dilakukan oleh KPK kepada wakilnya, Immanuel Ebenezer atau dikenal Noel. Meski begitu, dia menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.
OTT terhadap Noel, bagi Yassierli merupakan pukulan telak bagi Kemenaker. Apalagi, dalam beberapa bulan ke belakang, dia sedang membenahi sistem pelayanan yang ada di Kemenaker agar lebih baik.
"Bagi saya dan keluarga besar Kemnaker, ini adalah pukulan yang berat," ucapnya di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada Kamis (21/8).
"Saya sudah meminta pejabat beserta jajaran di Kemnaker untuk menandatangani pakta integritas dan siap dicopot apabila melakukan tindakan korupsi," lanjut dia.
Yassierli juga memastikan bakal merombak jajaran pegawai di Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker K3) jika terbukti ada praktik pemerasan.
"Tentu semua harus ada berbasis bukti. Dan saya jamin kalau ada bukti, dan kemudian itu benar, tidak ada toleransi (akan dirombak). Tapi tentu sekarang kita praduga tak bersalah dulu," kata dia.
Bahkan, Yassierli menegaskan tak akan segan untuk menonaktifkan pegawai yang terbukti melakukan praktik korupsi. Sementara terkait dengan pergeseran posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dia menyebut hal itu bukan menjadi kewenangannya.
"Kalau Wamenaker kan bukan dari Menteri. Kalau dari saya kan eselon 1 ke bawah," ujar dia.
Lebih lanjut Yassierli minta masyarakat lapor jika mendapati praktik suap dan pemerasan, terutama saat mengurus sertifikat K3. Ia berharap Kemenaker bersih dari praktik korupsi.
"Kami meminta masyarakat untuk aktif melaporkan apabila masih ada praktik tersebut," ucap dia.
Respons Istana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons soal Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel yang ditangkap KPK. Ia menyebut pihaknya prihatin atas kejadian tersebut.
"Tentu kami mewakili pemerintah tentu menyampaikan keprihatinan salah satu anggota Kabinet Merah Putih diinfokan menjadi salah satu yang kena operasi tersebut," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/8).
Prasetyo memastikan Presiden Prabowo sudah mendengar kabar ini. Dia dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya yang melaporkan langsung kepada Prabowo.
Prasetyo pun kembali mengingatkan pesan dari Presiden Prabowo yang meminta agar anggota kabinet berhati-hati dan tidak menyalahgunakan amanat.
"Semangat kita adalah semangat untuk tidak menyalahgunakan amanah yang diberi ke kita semua. Oleh karena itu, kita menyatakan keprihatinan yang mendalam," ucapnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menuturkan bahwa Prabowo menghormati proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh KPK.
"Beliau sampaikan bahwa itu ranah hukum, beliau hormati proses di KPK dan dipersilakan untuk proses hukum itu dijalankan sebagaimana mestinya dan apabila nanti terbukti maka akan secepatnya dilakukan pergantian," ujarnya.
Terkait kemungkinan Noel direshuffle? Prasetyo mengatakan pihaknya masih menunggu 1x24 jam hasil penetapan dari KPK. Sebab, KPK belum mengumumkan Noel apakah menjadi tersangka atau tidak.
"Belum, kan kita tunggu dulu 1x24 jam nanti hasil dari teman-teman di KPK seperti apa. Sekali lagi kalau memang kemudian terbukti ya kita akan segera melakukan proses terhadap yang bersangkutan. Bahwa kemudian itu apakah akan terjadi pergantian yang itu diistilahkan reshuffle? Belum tentu, tunggu dulu," kata dia.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan posisi Noel tidak akan secara langsung digantikan apabila memang terbukti menjadi tersangka. Ia menjelaskan ada mekanisme lain sebelum reshuffle.
"Kan bisa misalnya pejabat sementara, atau mungkin penugasan khusus, mungkin ad interim, atau mekanismenya ada. Jadi pertanyaan jangan langsung kemudian apakah akan diganti, nanti kita lihat," tutup Prasetyo.
