Yasonna Bantah Lindungi Harun Masiku: Saya Tak Setolol Itu

Desakan agar Menkumham Yasonna Laoly mundur dari jabatannya bergulir setelah dia dianggap menghalangi penyidikan KPK terkait informasi keberadaan tersangka caleg PDIP Harun Masiku.
Yasonna berkali-kali menyebut Harun Masiku ada di luar negeri sejak 6 Januari dan belum kembali, termasuk saat OTT KPK pada 8 Februari. Namun Dirjen Imigrasi Ronny Sompie mengungkap fakta, Harun di Indonesia pada 7 Januari.
Atas desakan mundur itu, Yasonna membantah melindungi Harun Masiku. Dia tetap berpegang pada dalih delay informasi di imigrasi sehingga terlambat melacak keberadaan Harun sudah di Indonesia sehari sebelum OTT KPK.
"Yang saya enggak suka ada orang berasumsi seolah-olah saya itu melindungi, bukan melindungi," ucap Yasonna di gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/1).
Sambil menggerutu, doktor hukum dari North Carolina University itu menyebut tidak mungkin dia berpikir untuk melindungi Harun Masiku yang masih satu partai dengan dia.
"Saya kira intelektualitas saya bukan belum seperti itu tololnya. Saya belum ingin melakukan harakiri politik, saya kira hanya soal-soal begitu terlalu tolol sya. Saya pikir saya setolol itu enggak sampai segininya."
Yasonna menuturkan saat ini tim dari Kemenkumham, dibantu tim cyber Polri dan BSSN sedang mengusut masalah yang disebut sebagai delay informasi tersebut. Karena itu pula dia mencopot Ronny Sompie agar pengusutan independen.
"Makanya saya bilang bentuk tim independen, lebih fair. Tadi saya ketemu BSSN. Dia mau di belakang, sudah mengirimkan ahli. Saya bilang oke masuk, Bareskrim cyber, kalau Ombudsman tidak mau ya enggak usah. Tapi kan saya mau supaya betul-betul transparan kansalah," tutur politikus PDIP itu.
