YLKI Desak Kemenkes Sanksi Penjual Masker Harga Mahal karena Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penggunaan masker. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan masker. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Masyarakat Indonesia mulai mewaspadai penyebaran virus corona yang semakin meluas setiap harinya. Agar tak ikut tertular, masyarakat ramai-ramai membeli masker.

Sayangnya permintaan masker yang tinggi ini menyebabkan stok di pasaran menipis. Selain itu, tak jarang penjual yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menaikkan harga jual masker.

Mengantisipasi hal ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi sanksi bagi penjual atau apotek yang memainkan harga jual masker.

Pengunjung rumah sakit RSPI Sulianti Saroso mengenakan masker. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, harga jual masker yang tinggi merugikan masyarakat yang tengah berupaya mencegah penyebaran virus corona.

"Jika hal ini benar, maka ini tindakan yang tidak manusiawi. Kemenkes dan Badan POM haruss bertindak tegas. Apalagi produk-produk farmasi kan ada harga eceran tertinggi (HET)," terang Tulus saat dihubungi, Sabtu (1/2).

"Jika ditemukan ada apotek yang menjual di atas HET harus diberikan sanksi tegas, karena menjadikan momen jual beli untuk mengeksploitasi konsumen," imbuhnya.

Ketua harian YLKI, Tulus Abadi. Foto: Dok. Nesia Qurrota A'yuni

Meski demikian, Tulus mengatakan, sanksi yang diberikan bisa berbentuk denda. Seperti kasus apotek di China didenda Rp 6 miliar karena menjual satu boks masker 6 kali lipat dari harga normal.

"Bisa (dipidana), tapi ndak perlu pidanalah, kan di Indonesia belum atau tidak ada wabah corona. Di China, apotek yang menjual harga masker 6 kali lipat dari harga normal didenda Rp 6 miliar," terangnya.

Ilustrasi masker N95. Foto: Shutter Stock

Hingga 28 Januari lalu, stok masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, habis karena ramai soal virus corona. Pasar pusat alat kesehatan ini kehabisan stok masker tipe N95 dari berbagai merek, termasuk merek 3M.

N95 merupakan masker dengan fungsi respirator yang dirancang untuk memberikan perlindungan penggunanya dari asap, debu, dan partikel lainnya.

facebook video embed

Penjual masker pun tak menampik stok yang menipis di pasaran bakal berdampak pada kenaikan harga jual masker.

"Kalau masih juga mahal. Harganya naik enggak jelas, sampai Rp 400 ribu. Biasanya jual Rp 250 ribu. Sudah seminggu ini kehabisan," kata penjaga salah satu toko obat di Pasar Pramuka, Aldi, Selasa (28/1).

Infografik Waspada Virus Corona. Foto: Andri Firdiansyah Arifin/kumparan
kumparan post embed