Yoon Suk-yeol Dimakzulkan, Bagaimana Nasib Penyelidikan Skandal Kim Keon Hee?

4 April 2025 14:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee tiba bersama Ratu Inggris Camilla di Istana Buckingham di pusat kota London pada 21 November 2023. Foto: Daniel LEAL / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee tiba bersama Ratu Inggris Camilla di Istana Buckingham di pusat kota London pada 21 November 2023. Foto: Daniel LEAL / POOL / AFP
ADVERTISEMENT
Setelah Yoon Suk-yeol dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi Korsel, muncul pertanyaan terkait nasib istrinya, mantan Ibu Negara Kim Keon Hee.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari The Korean Herald, Jumat (4/4), Kim Keon Hee sejak 2021 menghadapi sejumlah kontroversi, di antaranya skandal manipulasi saham Deutsch Motors, menerima hadiah mewah dari pendeta, dan skandal lainnya.
Meski anggota parlemen oposisi telah beberapa kali melakukan sejumlah usaha untuk mengamanatkan penyelidikan khusus terhadap skandal tersebut, semua usaha itu diveto oleh Yoon dan diikuti berturut-turut oleh penjabat presiden Han Duck-soo dan Choi Sang-mok, karena mereka memerlukan persetujuan presidensial untuk itu.
Dengan demikian, tidak ada kemajuan dalam penyelidikan kasus yang diduga melibatkan Kim Keon Hee.
Meski demikian, Majelis Nasional yang dipimpin oposisi pada 20 Maret meloloskan undang-undang yang mengamanatkan penasihat khusus tetap untuk menyelidiki tuduhan yang melibatkan Kim Keon Hee. Tidak seperti penasihat khusus biasa, yang ini tidak bisa diveto oleh presiden berdasarkan undang-undang Korsel.
ADVERTISEMENT
Dengan dimakzulkannya Yoon, secara teori sejumlah pihak yakin bahwa secara teknis masih mungkin penjabat presiden Han Duck-soo menunda penyelidikan pidana terhadap Kim Keon Hee. Ini karena meski presiden atau penjabat presiden tidak dapat memveto penasihat khusus tetap berdasarkan hukum, mereka dapat menunda penunjukan penasihat itu sendiri.
Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee. Foto: Jim Watson/AFP
Sebagai contoh, penasihat khusus permanen yang menyerukan penyelidikan tuduhan pemberontakan terhadap Yoon yang disahkan Majelis Nasional pada 10 Desember 2024. Meski demikian, penyelidikan ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan selama 4 bulan karena Han Duck-soo dan Choi Sang-mok menunda penunjukkan penasihat khusus.
"Penundaan tanpa batas waktu dapat terjadi dalam melakukan penyelidikan terhadap tuduhan Kim Keon Hee karena partai yang berkuasa mencoba melindungi warisan Yoon, terutama jika Partai Kekuatan Rakyat berharap menghindari lebih banyak perpecahan politik dalam partai dan mengelila pengendalian kerusakan menjelang pemilihan berikutnya," kata profesor ilmu politik Incheon National University, Lee Jun-han.
ADVERTISEMENT
"Meski presiden tidak terlibat, sistem politik masih condong ke arah kekuasan eksekutif dalam hal penyelidikan khusus," lanjutnya.
Batas waktu yang ketat juga tidak ditetapkan melalui undang-undang, yang menentukan kapan presiden atau penjabat presiden harus menunjuk penasihat khusus setelah suatu RUU disahkan.
"Undang-undang penasihat khusus korea memiliki area abu-abu dan saat ini terlihat jelas dalam kasus RUU penyelidikan penasihat khusus (Kim Keon Hee),” lanjut Lee.
“RUU penasihat khusus tidak memiliki tanggal kedaluwarsa resmi dan dapat diajukan oleh pemerintahan berikutnya. Namun, hal itu juga mengandung risiko, karena RUU penasihat khusus mungkin tidak relevan secara politik saat itu karena minat publik terhadap masalah tersebut memudar," lanjutnya lagi.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (kiri) bersama istri Kim Keon Hee (kanan) tiba di terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (13/11/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Jika Han Duck-soo menunjuk penasihat khusus, penyelidikan dapat segera dimulai termasuk memanggil saksi, mengumpulkan bukti, dan berpotensi mendakwa individu.
ADVERTISEMENT
Begitu ditunjuk, penasihat khusus juga beroperasi secara independen dari Kementerian Kehakiman dan kantor presiden, yang artinya mereka dapat mengajukan tuntutan dengan surat perintah yang relevan.
Apakah Han Duck-soo akan bekerja sama masih belum jelas. Namun, ahli politik Park Sang-byung yakin bahwa hampir tidak mungkin Han Duck-soo akan menunjuk penasihat khusus, setidaknya dalam waktu dekat.
"Han telah menghadapi risiko pemakzulan karena dugaan perannya dalam rencana darurat militer Yoon serta penolakannya untuk mendukung RUU penasihat khusus yang menargetkan Yoon dan Kim. Berdasarkan hal ini, beberapa orang dapat mengatakan Han dapat bekerja untuk menunjuk penasihat khusus untuk menghindari kritik lebih lanjut, menuduhnya melakukan penghalangan dan memilih untuk melindungi Yoon," kata Park.
"Namun, dengan fokus utama pemerintahan saat ini yang ditempatkan pada menjaga hubungan diplomatik yang stabil dengan pemerintahan Trump yang baru dibentuk, tampaknya tidak mungkin Han akan menunjuk penasihat khusus dalam waktu dekat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Park, Han mungkin memandang penyelidikan Kim Keon Hee sebagai tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan politik lebih jauh.