Yorrys Tak Gentar Hadapi Loyalis Novanto soal Korupsi e-KTP

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Politikus Golkar Yorrys Raweyai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Politikus Golkar Yorrys Raweyai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM Partai Golkar, Yorrys Raweyai, tidak mau menanggapi permintaan beberapa pengurus yang mmeinta DPP agar memberikan sanksi pemecatan kepadanya.

Permintaan pemberian sanksi kepada Yorrys salah satunya diajukan oleh Korbid Pemenangan Pemilu Golkar di Indonesia Timur Azis Samual. Sanksi kepada Yorrys terkait pernyataannya yang menyinggung nama Ketum Golkar Setya Novanto.

"Dia itu siapa? Azis Samual dari Maluku, dia itu siapa? Dia sendiri maling. Maling teriak maling. Enggak usah ditanggapin deh itu orang. Biarin sajalah. Saya sih enggak mau tanggapin," kata Yorrys saat dihubungi kumparan (www.kumparan.com), Rabu (27/4).

Politisi senior Golkar ini menilai dirinya tidak melakukan pelanggaran apapun. Ia juga mempertanyakan kapasitas dari beberapa pihak di Golkar yang mendesak pemecatannya.

"Pelanggaran apa? Dia kapasitas seperti apa bicara seperti itu? Itu saja. Laporan itu enggak usah disampaikan ke pers, harusnya ke DPP dong," tantangnya.

Baca juga: Kader Golkar dari Timur Minta Yorrys Dipecat

"Mereka itu siapa. Kita ini pengurus DPP, saya Korbid Polhukam yang punya kewenangan lebih dari mereka. Mereka itu siapa? Lucu-lucu saja," lanjutnya.

Sebelumnya, koordinator bidang pemenangan pemilu Indonesia Timur Aziz Samual dalam jumpa pers mengatakan perbuatan Yorrys itu telah merusak muruah (nama baik) Partai Golkar. Dia menegaskan pelanggaran yang dilakukan Yorrys tidak hanya satu kali.

"Kami minta kepada DPP untuk melakukan klarifikasi kepada Yorrys dan memberikan sanksi keras, kalau bisa pemecatan langsung," lanjutnya.

Polemik bermula saat Yorrys dalam sebuah diskusi mengatakan Golkar akan mengadakan konsolidasi internal atas pencegahan Novanto yang sudah hampir pasti menjadi tersangka kasus e-KTP.

Pernyataan itulah yang memunculkan kontroversi dari sejumlah orang di internal Partai Golkar karena pernyataan itu dianggap tidak mewakili partai dan hanya sebagai pernyataan pribadi Yorrys