Kader Golkar dari Timur Minta Yorrys Dipecat

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Badan Pemenangan Pemilu Indonesia Timur Golkar. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Badan Pemenangan Pemilu Indonesia Timur Golkar. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Polemik pernyataan Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Yorrys Raweyai tentang Ketua Umum Golkar Setya Novanto masih berlanjut. Kali ini protes datang dari Ketua Organisasi Sayap Golkar Erwin Ricardo Silalahi dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur Partai Golkar Aziz Samual.

Keduanya meminta DPP Partai Golkar untuk memberikan sanksi tegas kepada Yorrys karena telah menyebut Novanto hampir pasti jadi tersangka kasus e-KTP.

"Kita perlu memberikan satu respon yang tegas terhadap sikap Yorrys karena kita lihat dia telah melakukan pembangkangan terhadap prinsip dasar dalam kepartaian," ujar Erwin dalam konferensi pers di salah satu rumah makan di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/4).

"Dalam hal ini saudara Yorrys telah melakukan pembangkangan terhadap poin loyalitas dalam AD ART partai," imbuh dia.

Baca juga : DPP Golkar Sudah Minta Klarifikasi Yorrys Raweyai soal Novanto

Senada dengan rekannya, Aziz Samual juga menilai perbuatan Yorrys itu telah merusak muruah (nama baik) Partai Golkar. Dia menegaskan pelanggaran yang dilakukan Yorrys tidak hanya satu kali.

"Semua marah pada Yorrys. Dia (Yorrys) bukan hanya sekali ini melakukan pelanggaran. Di masa yang sebelumnya juga dia melakukan pelanggaran sehingga dipecat," kata Aziz.

"Kami minta kepada DPP untuk melakukan klarifikasi kepada Yorrys dan memberikan sanksi keras, kalau bisa pemecatan langsung," lanjutnya.

Baca juga : Yorrys: Setya Novanto Hampir Pasti Jadi Tersangka Kasus e-KTP

Polemik bermula saat Yorrys dalam sebuah diskusi mengatakan Golkar akan mengadakan konsolidasi internal atas pencekalan Novanto yang sudah hampir pasti menjadi tersangka kasus e-KTP.

"Ini karena memang ketua umum (Novanto) hampir pasti menjadi tersangka dengan kasus ini (e-KTP). Bahkan sudah ada pencekalan. Jadi Golkar mengambil sikap proaktif, demi partai yang perlu diselamatkan," ujar Yorrys di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Pernyataan itulah yang memunculkan kontroversi dari sejumlah orang di internal Partai Golkar karena pernyataan itu dianggap tidak mewakili partai dan hanya sebagai pernyataan pribadi Yorrys.