kumparan
11 Juni 2019 16:58

Yunarto Wijaya soal Jadi Target Pembunuhan: Tak Ada Dendam

Persepsi, Expose Data Quick Count, Pemilu 2019, Hotel Morrissey
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya saat berbicara dalam acara Expose Data Quick Count. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Terungkap sudah sosok pimpinan lembaga survei yang menjadi target pembunuhan dalam kericuhan 21-22 Mei. Sosok itu, yakni Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Yunarto tak pernah dendam fakta ini. Termasuk, dendam kepada semua pihak yang berencana ingin membunuhnya.
"Sama seperti yang pernah saya tulis, sudah tak ada dendam lagi dari saya dan keluarga. Baik buat yang jadi perencana ataupun eksekutor," kata Yunarto dalam akun Twitternya, Selasa (11/6).
Yunarto melanjutkan, yang terpenting saat ini adalah menjaga perdamaian di Indonesia. Untuk itu dia memaafkan mereka yang ingin membunuhnya.
"Dari situasi-situasi seperti ini, saya belajar tentang apa itu kasih. Termasuk ketika bisa maafkan yang memusuhi kita. Ayo terus mencintai Indonesia," ujar dia.
Berdasarkan pengakuan salah satu tersangka kerusuhan, Irfansyah, aktor dari rencana pembunuhan Yunarto adalah eks Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen. Dia mengaku diperintah Kivlan untuk membunuh Yunarto.
ADVERTISEMENT
Irfansyah mengaku pertama kali bertemu dengan Kivlan pada bulan April, sehari setelah pemilu. Mereka bertemu di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pada saat itu, Irfansyah tidak sendiri, ia ditemani rekannya, Armin dan Yusuf.
"Ah Pak Kivlan bersama HK, sopirnya salat Ashar. Lalu, Armin manggil saya. Saya masuk ke dalam mobil Pak Kivlan. Pak Kivlan pegang HP menunjukkan alamat dan foto Pak Yunarto pimpinan lembaga survei, quick count. Kamu datangi, nanti kamu foto dan videokan kirim, saya jawab siap," ungkap Irfansyah.
Selain Yunarto ada empat nama lainnya yang menjadi target, yakni: Luhut Binsar Pandjaitan, Gorries Mere, Budi Gunawan, dan Wiranto.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan