Yusuf Mansur Sakit dan Dirawat, Akan Terima Darah dari 4 Penghafal Al-Quran
·waktu baca 2 menit

Ustaz kondang Yusuf Mansur sakit dan sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kabar ini disampaikan di akun Instagram resminya, Rabu (21/7).
Yusuf membuat sebuah video yang berisi penjelasan tentang sakitnya. Video itu berjudul "Menyatukan Darah".
"21 Juli 2021 dengan izin Allah HB saya alhamdulillah "masih" ada 5. Rendah sangat, tapi masih hidup," kata Yusuf memulai videonya seperti dikutip oleh kumparan.
Eritrosit atau sel darah merah dan zat besi juga rendah. Sakit ini, kata Yusuf, merupakan sebuah hikmah yang luar biasa. Dia mengalami kurang darah hingga setengah dari batas normal. Menurutnya ukuran normal untuk laki-laki adalah 14.
"Lah saya 5, setengahnya saja nggak nyampe," katanya.
Kondisi itu membuat dia harus segera melakukan transfusi darah atau kondisi akan memburuk. Perawatan lain seperti dengan suplemen, asupan perbaikan makanan atau pun istirahat menurutnya tidak bisa memadai dan jalan satu-satunya adalah transfusi darah.
"Banyak darah yang siap dan tersedia. Namun pihak RSPAD mempersilakan saya memilih darah siapa yang mau dimasukkan ke dalam tubuh saya, menjadi satu dengan darah saya," ucapnya.
Yusuf mengatakan sudah ada 10 orang yang siap untuk mendonorkan darahnya. Dari 10 itu akan diambil empat yang terbaik dan paling cocok dengan kondisinya, salah satunya adalah Syeikh Baleid dari Maroko.
Selain penghafal Quran, Syeikh Baleid juga merupakan penulis kaligrafi Quran untuk Kerajaan Maroko dan Jordania. Dia juga juri kaligrafi musabaqoh internasional dan sudah menulis banyak mushaf Al-Quran dengan tangannya di berbagai negara yang pernah dikunjungi.
"Semuanya penghafal Quran terbaik kelas dunia. Di antaranya Syeikh Baleid, Maroko. Nggak nyangka bila kemudian kini di Juli 2021 darahnya Syeikh Baleid insyaallah akan menyatu dengan darah saya," kata Yusuf.
Di akhir video Yusuf tak memungkiri bahwa dia hanya manusia biasa yang tidak lepas dari dosa dan keburukan. Sehingga Allah masih memberikan kesempatan dia mendapatkan darah dari orang-orang terbaik.
"Darah-darah orang saleh, orang-orang baik yang luar biasa tentu akan jadi sesuatu yang berpengaruh sekali dalam hidup saya. Sebab pasti setiap sel ada memori, ada rekam jejaknya," katanya.
