Zulkifli Hasan Kutuk Kekerasan Israel Terhadap Warga Palestina di Al-Aqsa

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN)  Zulkifli Hasan. Foto: Dok. PAN
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Foto: Dok. PAN

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ikut menanggapi bentrokan antara pasukan keamanan Israel dengan warga Palestina di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Peristiwa itu terjadi ketika salat Jumat puasa hingga salat Tarawih, Jumat (7/5).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, bentrokan itu mengejutkan seluruh masyarakat dunia. Sebab terjadi di penghujung bulan Ramadhan.

"Apa yang terjadi di Palestina semalam sungguh menyayat hati kita semua. Di penghujung bulan suci Ramadhan ini, saat umat Muslim seharusnya merasakan ketenangan ibadah untuk mengejar lailatul qadr atau mempersiapkan hari raya bersama keluarga, saudara-saudara kita di Palestina justru harus menghadapi kekerasan fisik dan pengusiran yang dilakukan oleh Zionis Israel," kata Zulhas dalam keterangannya, Minggu (9/5).

Polisi Israel terlihat selama bentrokan dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (7/5). Foto: Ammar Awad/REUTERS

Wali Ketua MPR itu mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh Israel kepada warga sipil Palestina. Menurut dia, tindakan itu sudah melanggar Konvensi Jenewa IV pada 1949.

"Saya mengutuk keras pengusiran dan kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga sipil di Masjidil Aqsa dan Sheikh Jarrah," ucap Zulhas.

"Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949 dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," tambah dia.

kumparan post embed

Zulhas menekankan, Indonesia akan terus menentang segala bentuk tindakan penjajahan Israel terhadap masyarakat Palestina. Hal itu sesuai dengan amanat UUD 1945.

"Sampai kapan pun Indonesia akan menentang Israel dengan segala penjajahannya terhadap warga Palestina. Sesuai amanat UUD 1945 dalam muqaddimah, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tutur Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan masyarakat Palestina. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia memberikan bantuan terhadap masyarakat Palestina.

"Mari kita doakan saudara-saudara kita di Palestina, semoga Allah memberikan pertolongan kepada mereka dan umat Muslim di seluruh dunia. Kita sisipkan semua doa dalam doa qunut kita di saat qiyamul lail. Langkah-langkah diplomasi, bantuan kemanusiaan, dan solidaritas pun harus terus kita lakukan," tutup Zulhas.

Warga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (7/5). Foto: Ammar Awad/REUTERS

Sebelumnya dari video di media sosial, insiden para jemaah yang sedang salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa menjadi sasaran polisi Israel. Kondisi di dalam masjid pun ricuh. Para jemaah berhamburan menyelamatkan diri.

Memanasnya kondisi di Yerusalem, membuat pihak Israel menambah pasukan keamanan demi mencegah bentrokan kembali terjadi. Pada Sabtu (8/5), ribuan umat Islam Palestina mendatangi Masjid Al-Aqsa dalam perayaan malam Lailatul Qadar.