Otomotif
·
12 Agustus 2020 17:53

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1

Konten ini diproduksi oleh kumparan
4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277494)
Honda CR-V Generasi Pertama (RD1 Foto: Dok. Bangkit Jaya Putra
Kemarin kumparan sudah memberikan informasi mengenai apa saja yang harus diperhatikan sebelum membeli SUV kompak Honda CR-V Gen 1. Nah, kali ini kita akan bahas apa saja kekurangan dari mobil tersebut.
ADVERTISEMENT
Ya, meski kini Honda CR-V telah memasuki generasi kelimanya, pamor dari generasi pertama masih eksis sampai sekarang. Rata-rata konsumen mencari mobil ini lantaran harganya yang cukup terjangkau dan punya tampilan yang timeless.
4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277495)
Pengecekan mesin Honda CR-V generasi pertama. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Harga pasarannya dijual mulai Rp 65 juta untuk versi CKD sampai Rp 140 juta untuk versi CBU AWD Sunroof Jepang atau Australia. Penasaran apa saja kelemahan dari mobil besutan Honda ini? Berikut informasinya.

1. BBM boros

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277496)
Indikator bensin mobil. Foto: dok. Shutter Stock
Di balik kap mesin Honda CR-V generasi pertama dibenamkan mesin 2.000 cc berkoda F20A, 4-silinder segaris 16 katup. Di atas kertas, mobil ini sanggup menghentakkan tenaga maksimal 133 dk pada 6.000 rpm dan torsi 159 Nm pada 3.700 rpm.
Meski sudah mengusung pengabutan injeksi, konsumsi bahan bakar CR-V gen 1 tergolong boros. Untuk perjalanan dalam kota, mobil ini punya rata-rata konsumsi BBM 1:8-9. Jika rata-rata konsumsi BBM di bawah itu, kemungkinan ada masalah pada komponen injektor.
ADVERTISEMENT
"Untuk mobil tahun segitu sebenarnya tidak terlalu boros sih, apalagi dia memang 2.000 cc. Tapi kalau udah parah banget (borosnya) memang mobil setua ini harus melakukan servis injektor," kata Tato Anugrah dari Anugrah Racing, bengkel yang biasa menangani CR-V Gen 1.

2. Kabin

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277497)
Pengecekan kaki-kaki Honda CR-V generasi pertama. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Kedua adalah kabin Honda CR-V yang kerap kali dikeluhkan karena kurang senyap. Tato menjelaskan, untuk masalah ini pemilik atau calon pembeli harus mengganti karet atau seal pintu.
"Kembali lagi sama usia ya, biasanya sudah pada keras karet list di pintu, ini bisa diganti dengan yang baru kok," jelas dia lagi kepada kumparan.
Buat menyiasatinya, selain mengganti karet atau seal pintu, memasang peredam kabin di beberapa panel juga bisa jadi solusi.
ADVERTISEMENT

3. Power steering

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277498)
Honda CR-V Generasi Pertama (RD1 Foto: Dok. Bangkit Jaya Putra
Selanjutnya adalah masalah power steering yang berat. Tapi sebenarnya, untuk mobil tahun 2000-an beratnya masih bisa ditolerir. Power steering yang berat bisa disebabkan berbagai hal, salah satunya adalah kebocoran pada sistem power steering, seat yang sudah mengeras atau belt yang sudah termakan usia.

4. AC

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Honda CR-V Gen 1  (277499)
Honda CR-V Generasi Pertama (RD1 Foto: Dok. Bangkit Jaya Putra
Yang terakhir dan biasanya memang jadi penyakit mobil tua adalah sistem pendinginan kabin yang kurang sejuk. Umumnya AC yang tidak dingin disebabkan komponen kompresor AC yang sudah tak lagi maksimal, kebocoran freon, atau bisa juga evaporator yang sudah kotor.
Namun dari kekurangan Honda CR-V Gen 1 tersebut, mobil ini punya beberapa kelebihan, antara lain, perawatan mesin yang mudah, kenyamanan berkendara, tampilan eksterior yang gagah, dan tentunya harga bekas yang relatif terjangkau.
ADVERTISEMENT
Buat Anda yang sedang mencari informasi mengenai harga komponen fast moving original dari mobil ini, berikut kumparan sajikan daftar harganya:
  • Filter Udara: Rp 110.000
  • Filter Oli: Rp 40.000
  • Filter Bensin: Rp 185.000
  • Kampas Rem depan: Rp 450.000
  • Tromol Belakang: 1 set Rp 1.700.000
  • Tie rod: Rp 450.000 per set
  • Long Tie Rod: Rp 550.000 per set
  • Bushing Roda depan: bushing panjang Rp 145.000, Jamur Rp 125.000, Karet Rp 150.000
  • Bushing roda belakang : bosh trailing Rp 210.000 per pcs
  • Busi: Rp 25.000 per set
  • Oli mesin: Rp 450.000
  • Oli matik: Rp 105.000
  • Kabel busi: Rp 750.000
  • Tune Up kecil: Rp 450.000
  • Tune Up besar: Rp 800.000
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)