5 Tahun Lagi, Ngecas Mobil Listrik Cuma 10 Menit

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging pertama di Indonesia, di Central Parking ITDC Bali, Jumat (25/3/2022). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging pertama di Indonesia, di Central Parking ITDC Bali, Jumat (25/3/2022). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Salah satu batu sandungan memiliki mobil listrik adalah pengisian daya atau cas baterainya memakan waktu lama. Itu umpama dilakukan di rumah yang daya listriknya tidak terlalu besar dan tanpa wall charging bawaan pabrikan.

Pengisian listriknya tergantung daya rumah. Semakin kecil bisa semakin lama, lantaran harus mengisi daya sesuai kapasitas baterai yang bisa mencapai 60 kWh.

kumparan post embed

Sebaliknya bila menggunakan fasilitas SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang kapasitasnya 50 kW, maka waktu pengisian daya bisa kurang dari dua jam.

Namun, beberapa ahli mengatakan pengisian baterai mobil listrik di masa depan akan jauh lebih cepat. Kira-kira bisa mengisi baterai hingga 90 persen dalam hitungan 10 menit, yang rencananya bisa terealisasi pada 2027.

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. Foto: REUTERS/Antonio Bronic

Inilah yang dilakukan sejumlah ilmuwan mengutip The Washington Post. Mereka tengah mempelajari kondisi baterai ketika selalu diisi dayanya pakai metode pengisian cepat. Bagaimana baterai mengalami degradasi dan penurunan performa sampai akhirnya tidak bisa terisi penuh.

collection embed figure

Mereka tengah merancang baterai yang apabila kesehariannya diisi cepat, tetapi tidak mengalami degradasi atau kerusakan. Khususnya saat terjadi kelebihan panas akibat arus berlebih.

"Pengisian cepat adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan adopsi kendaraan listrik secara keseluruhan. Ini akan memungkinkan pengisian mobil listrik menjadi mirip dengan mengisi bensin di pompa bensin." kata Eric Dufek Ph.D., Ilmuwan di Idaho National Laboratory yang mempresentasikan hasil penelitian pada pertemuan American Chemical Society.

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. Foto: REUTERS/Antonio Bronic

Memproduksi baterai yang dapat diisi lebih cepat tidak hanya akan membantu mengurangi waktu perjalanan, namun juga membuat mobil-mobil listrik menjadi lebih murah dan lebih efisien.

Dengan biaya yang lebih murah, para pembuat mobil berpotensi untuk bisa menjual mobil dengan baterai yang lebih kecil, karena walaupun jangkauannya berkurang, dia terkompensasi dengan pengisian daya yang lebih cepat.

Ilustrasi mobil listrik BMW. Foto: dok. BMW

Hal tersebut akan membantu pengemudi yang tidak secara rutin perlu menempuh jarak yang jauh untuk mencari sumber tenaga listrik.

Karena sebagian besar masalah bobot yang berat pada mobil listrik bertumpu pada baterai, mengurangi ukuran paket baterai juga mengurangi bobot, yang berarti motor listrik hanya perlu mengeluarkan energi yang lebih sedikit untuk menggerakkan mobilnya.

Penulis: Mikhael Partogi

video youtube embed