Wapres Ma’ruf Amin: KTT G20 Jadi Awal Program Konversi Mobil Listrik
·waktu baca 2 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang digelar di Bali pada November 2022 merupakan awal konversi penggunaan kendaraan listrik.
"Mulai dari G20 ini menjadi awal dari proses konversi mobil listrik di Indonesia, KTT G20 selain untuk pertemuan internasional, tapi juga mulai hal yang baru untuk mobil listrik dan kendaraan motor listrik," katanya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/8) mengutip Antara.
Dalam pemberitaan, Wapres turut menyaksikan proses pengisian daya baterai mobil listrik. Hanya dalam waktu 15 menit sudah terisi hingga 100 persen. "Saya kira mobil listrik ini adalah salah satu langkah dalam rangka menanggulangi masalah BBM," lanjutnya.
Ratusan Mobil Listrik Terlibat di KTT G20
Secara total pemerintah akan menyiapkan 616 mobil listrik untuk digunakan kepala negara atau pemerintahan, delegasi, juga pengamanan. Satu negara akan menggunakan 15 mobil listrik, yang terdiri dari 10 rangkaian VVIP dan 5 rangkaian untuk kepala negara.
Rombongan VVIP menggunakan 123 unit Genesis G80, kemudian 246 Hyundai Ioniq 5 digunakan delegasi, selanjutnya 124 unit Hyundai Ioniq akan menjadi lead car, dan dilanjut rombongan 123 unit Lexus UX300e guna armada pengamanan.
Ditambah lagi sekitar 290 unit kendaraan motor listrik untuk patroli pengawalan dan 300 unit Wuling Air ev sebagai kendaraan operasional.
Guna menjamin ketersediaan fasilitas pengecasan, PLN juga menyiapkan sejumlah SPKLU, rinciannya 66 SPKLU berkapasitas 200 kW dan 12 SPKLU 120 kW dari Toyota. Ditambah 200 home charging di seluruh wilayah penyelenggaraan KTT G20.
"Dalam hal ini kami sudah simulasi bahwa satu mobil listrik sekali pengisian jarak tempuhnya sekitar 350 kilometer dan ada 500 kilometer. Artinya jarak tempuh yang digunakan pada hari H itu nanti kekurangannya 25 sampai 30 persen," jelas Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan pemerintah tengah mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik, demi mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
"Sebagaimana disampaikan Bapak Wapres, nanti APBN akan mengarah penggunaan mobil, motor, bus listrik agar Jakarta atau Indonesia udaranya tambah baik dan juga itu akan mengurangi impor energi kita, sehingga dengan begitu tidak akan tergantung lagi kepada luar terlalu banyak," katanya.
***
