5 Tanda Kemampuan Nyetir Mobil Manual Kamu Payah

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mobil Manual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mobil Manual. Foto: Shutter Stock

Sangat wajar ketika pengemudi pemula masih sering melakukan kesalahan saat mengendarai mobil manual. Karena masih membiasakan diri dan masih perlu memahami akan teknik mengemudi manual yang benar.

Sebaiknya, kesalahan tersebut dijadikan pembelajaran agar tidak diulangi. Khawatir perilaku kesalahan ketika belajar mengemudi malah menjadi kebiasaan.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan pemula ketika belajar mobil manual.

kumparan post embed

1. Menjadikan Tuas Transmisi Sebagai Hand Rest

Kebiasaan buruk yang kerap dilakukan adalah tidak memindahkan tangan setelah mengoper gigi. Bahkan tuas transmisi dijadikan sebagai hand rest. Memang tidak ada efek langsung jika meletakkan tangan di atasnya, namun beda kisah jika tidak sengaja menggeser atau menggoyangnya.

Bagian bawah tuas transmisi berbentuk seperti garpu yang disela-selanya terdapat gerigi yang terus berputar, jika tidak sengaja menggeser tuas maka garpu akan mengenai gerigi yang berputar sehingga menyebabkan garpu cepat aus.

Ilustrasi tangan istirahat pada tuas transmisi manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Dengan kondisi garpu yang aus akan membuat perpindahan gigi menjadi sulit dilakukan, bisa tetap dilakukan namun menjadi sangat kasar.

Selain itu, larangan lainnya adalah bertujuan untuk menjaga tangan tetap menggenggam setir, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk manuver atau reaksi menghindari suatu objek, kedua tangan dapat bekerja optimal memutar setir.

2. Menginjak Kopling dengan Gigi 1 atau 2 Saat Menunggu Lampu Merah

Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan adalah menahan kopling sambil memasukkan gigi 1 atau 2 saat macet atau menunggu lampu merah. Kebanyakan beralasan agar lebih siap sehingga saat lampu hijau sudah tidak perlu menginjak kopling dan memasukkan gigi.

Ilustrasi kaki menginjak pedal kopling pada mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Lantaran kebiasaan buruk ini akan membuat kampas kopling menjadi cepat habis karena terus bergesekan dengan flywheel dan cover clutch. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga bisa membuat kaki kiri menjadi pegal lantaran menahan kopling dalam waktu yang lama.

3. Menggenjot Kopling dan Gas Ketika Menanjak

Salah satu kebiasaan buruk dan kesalahan besar yang dilakukan pemula yaitu menggenjot kopling dan gas secara bersamaan untuk mempertahankan posisi agar tidak mundur ketika berada di tanjakan. Kebiasaan tersebut akan membuat panas pelat kopling akibat gesekan terus menerus sehingga menimbulkan bau seperti karet dibakar.

Model pedal pada Toyota Kijang generasi kedua Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Cara terbaik untuk mempertahankan posisi saat tanjakan adalah cukup menginjak rem saja. Jika ingin bergerak, bisa memanfaatkan rem tangan sebagai bantuan agar tidak mundur.

Caranya cukup mudah, injak kopling dan masukkan gigi satu sambil memanfaatkan rem tangan, kemudian angkat kopling sambil tangan bersiap melepas rem tangan dan disaat yang bersamaan kaki kanan menginjak pedal gas untuk menambahkan tenaga agar dapat merasakan sedikit pergerakan mobil. Jika sudah yakin mobil akan bergerak, lepas rem tangan dan injak gas agak dalam untuk menanjak.

4. Melakukan Perpindahan Gigi Tidak Sesuai Dengan Putaran Mesin

Ilustrasi oper gigi mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan oleh pengemudi pemula ketika mengendarai mobil manual adalah mengoper gigi tanpa menyesuaikan putaran mesin. Hal ini tidak jarang dilakukan ketika putaran mesin masih rendah, pengemudi sudah melakukan perpindahan gigi.

Sebaliknya, ketika putaran mesin sudah tinggi dan suara mesin sudah meraung, pengemudi justru belum melakukan perpindahan gigi. Cara ini justru mempercepat mobil masuk ke bengkel.

5. Kaki Selalu di Pedal Kopling

Ilustrasi kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Meletakkan kaki pada pedal kopling merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering terjadi. Takut mengalami mesin mati pun menjadi alasan untuk para pemula meletakkan kakinya di atas pedal kopling. Hal ini tidak direkomendasikan karena bisa membuat pelat kopling panas serta membuat kampas kopling cepat aus apabila kaki tidak sengaja menginjak pedal kopling.

Pelat kopling yang panas akan menyebabkan kopling seret, ini dikarenakan gagal lepasnya pelat kopling dari flywheel saat menginjak pedal, sehingga pengemudi tidak dapat memindahkan gigi.

Jadi, sebaiknya biasakan istirahat kaki ke lantai mobil setelah memindahkan gigi.