7 Modal Honda Forza 250 Bertarung dengan Yamaha XMAX

3 Agustus 2018 16:46
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Honda Forza 250 (Foto: dok. AHM)
zoom-in-whitePerbesar
Honda Forza 250 (Foto: dok. AHM)
ADVERTISEMENT
Honda Forza 250 menjadi salah satu magnet gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Wujudnya dapat dilihat di booth PT Astra Honda Motor (AHM) di hall 10 ICE BSD bersamaan dengan Honda Super Cub C125.
ADVERTISEMENT
Sebagai model baru Honda untuk meramaikan segmen motor skutik bongsor 250 cc, modal apa saja yang dimililki skutik bongsor seharga Rp 70 juta ini? Simak rangkuman kumparanOTO berikut.
1. Pengaturan windshield elektronik
Tombol pengaturan pada stang kiri Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Tombol pengaturan pada stang kiri Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Komponen pertama yang unggul pada Honda Forza 250 adalah pengaturan windshield secara elektronik, jadi tidak manual harus membuka baut atau memutar kenop.
Cukup menekan tombol yang ada pada stang kiri berlogo windshield, anak panah ke depan untuk menaikkan windshield sementara anak panah ke bawah untuk menurunkan.
2. Semua lampu LED
Honda Forza 350S. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Honda Forza 350S. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Honda Forza 250 juga sudah mengusung lampu LED di seluruh lampunya. Baik lampu depan, belakang maupun sein sudah LED.
Hal ini semakin terlihat pada spion model tanduknya yang sudah disematkan LED agar penampilannya lebih modern ala motor besar.
ADVERTISEMENT
3. Tidak ada fitur ISS
Menurut Technical Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno, motor yang didatangkan langsung dari Thailand ini tidak menggunakan ACG starter, sehingga tidak tersematkan fitur Idling Stop System (ISS).
"Forza ini tidak menggunakan ACG starter, sehingga tidak ada fitur ISS, sebagai gantinya kita gunakan starter seperti pada Honda CBR 150 atau 250 menggunakan gigi, tapi tidak membletak bunyinya," ujar Endro saat ditemui di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (3/8).
4. Konsumsi BBM 33 km/liter
Hal yang harus kamu ketahui juga adalah konsumsi BBM skutik bongsor ini mencapai 33 km/liter. Jadi bisa dibilang urusan efisiensi bahan bakarnya tidak begitu wah, sama halnya dengan konsumsi motor sport berkapasitas 250 cc.
ADVERTISEMENT
5. Mesin lebih bertenaga
Blok mesin Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Blok mesin Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Honda Forza 250 menggendong mesin 250 cc 4 tak satu silinder SOHC yang mampu memuntahkan tenaga 23,7 dk pada 7.500 rpm dan torsi 24 Nm pada 6.250 rpm.
Bila dikomparasikan dengan kompetitor pada segmen yang sama, perbedaan tenaganya mencapai 1 dk lebih besar Honda Forza 250.
6. Tinggi jok 780 mm
Tinggi jok Honda Forza 250 mencapai 780 mm. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kompetitornya dengan tinggi jok 795 mm.
Sayangnya saat tester kumparanOTO dengan postur 170 cm menjajal posisi duduk pada Forza ini, kedua kaki tidak dapat menapak sempurna.
7. Tersematkan fitur keselamatan aktif
Tombol pengaturan pada stang kiri Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Tombol pengaturan pada stang kiri Honda Forza 250 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Honda Froza 250 juga sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan aktif berupa Anti-lock Braking System (ABS) yang tersematkan pada cakram rem depan dan belakangnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, untuk mencegah selip, hadir pula kontrol traksi yang disebut Honda sebagai Honda Selectable Torque Control (HSTC) yang dapat dinon-aktifkan pada pengaturan setang di sebelah kiri berlogo T.
"Tujuannya HSTC adalah menghindari roda belakang enggak spinning atau berputar lebih cepat karena tenaganya yang besar. Jadi saat ECM (Engine Control Module) mendeteksi spin, secara langsung akan mengurangi konsumsi BBM-nya sehingga putarannya lebih kecil dan ban mendapatkan traksi," tambah Endro.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020