Air Radiator Wajib Dicek Sesekali, Cegah Mobil Turun Mesin

25 Desember 2022 15:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Memeriksa Radiator Foto: Seksan Kingwatcharapong/Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Memeriksa Radiator Foto: Seksan Kingwatcharapong/Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Sebelum berpergian jarak jauh menggunakan mobil untuk memanfaatkan momen natal dan tahun baru (nataru), penting untuk mengecek beberapa komponen. Salah satunya adalah sistem radiator.
ADVERTISEMENT
Komponen ini berfungsi untuk mendinginkan mesin guna menghindari risiko terjadinya overheat. Cairan radiator jadi salah satu yang wajib diperhatikan.
“Cairan radiator (di reservoir) ini perlu dicek kalau perjalanan jarak jauh. Secara rutin, penggantiannya dilakukan setiap 20 ribu kilometer atau dua tahun,” ungkap Kepala Bengkel Auto2000 Cabang Krida Cilandak, Heri Andriyanto belum lama ini.
Ilustrasi mesin mobil mengalami overheat. Foto: carvillesautomart.com
Bila cairan coolant kurang atau habis, ini akan berefek buruk pada mesin. Paling parah, mobil harus turun mesin yang biayanya bisa membuat kantong jebol.
"Selain overheat, kalau enggak dicek dan sirkulasi cairan radiatornya tersumbat bisa menyebabkan masalah kerusakan serius, lama-lama piston dan sebagainya bisa kena. Harus overhaul total," ucapnya.
Tabung Reservoir Radiator Foto: Muhammad Ikbal
Air radiator perlu diganti bila kondisinya sudah keruh dan berubah warna. Sebab, kualitasnya sudah menurun karena adanya kontaminan dan kotoran karena sirkulasi yang terus menerus ke mesin.
ADVERTISEMENT
“Kalau masih bagus dan sudah mendekati low level bisa ditambahkan saja. Gunakan cairan coolant sejenis jangan berbeda karena nanti bisa merusak mesin,” jelasnya.
Terpenting, jangan pernah mengisi reservoir dengan air keran. Sebab, air keran mengandung mineral yang mampu menimbulkan kerak dan karat pada radiator mobil.
“Air keran itu bikin karat ya berarti nanti pendinginannya jadi enggak maksimal atau sempurna. Kalau terpaksa saat darurat mungkin boleh saja tetapi itu enggak boleh sering-sering,” imbuhnya.
Ilustrasi Tabung reservoir radiator Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Selain itu, pengisiannya juga tidak boleh melebihi batas maksimum pada reservoir. Biasanya, pabrikan sudah memberikan indikator batasan yang bisa dilihat oleh pemilik pada tabung penyimpanan cairan.
“Volume cairan pada reservoir juga enggak usah dilebih-lebihkan. Sesuai dengan anjuran pabrik saja karena nanti meluber ke mana-mana dan bisa berbahaya buat sistem kelistrikan mobil. Takutnya, bisa korsleting,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Banderol air radiator ini terbilang ramah kantong berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu lebih. “Itu tergantung dari merek coolant dan tipe mobilnya juga,” tutupnya.