Otomotif14 September 2020 7:58

Ancaman Sanksi Pesepeda Terobos Tol Jagorawi, Denda Sampai Penjara

Konten Redaksi kumparan
Ancaman Sanksi Pesepeda Terobos Tol Jagorawi, Denda Sampai Penjara (627267)
Sejumlah warga mengisi hari libur dengan olahraga bersepeda di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Suwandy/ANTARA FOTO
Kasus pesepeda melanggar aturan lalu lintas kembali terjadi lagi. Kali ini, 7 pengguna sepeda tertangkap kamera melaju di jalan tol Jagorawi pada Minggu (13/9).
ADVERTISEMENT
Tak hanya sekadar melaju saja, para pesepeda itu bahkan bersepeda di lajur sebelah kanan dan sempat menyeberang melawan arus. Marketing and Communication Department Head PT Jasamarga, Irra Susiyanti, dalam keterangan resminya mengungkapkan kejadian tersebut terjadi di KM 46+500 pada jam 11 siang.
"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan serta pihak Kepolisian, rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses Jalan Tol Jagorawi KM 47+200 (Traffic Light Ciawi) dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada KM 46+500, menuju Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 45," ucap Irra.
Saat ini, kata Irra, Jasamarga bersama dengan pihak Kepolisian, tengah memburu para oknum pesepeda yang memasuki jalan tol Jagorawi tersebut.
"Kami mau lihat CCTV-nya dahulu, kami sedang berkoordinasi menunggu teknisi dari Jasamarga. Karena yang bisa membuka rekaman dari CCTV itu kan teknisi Jasamarga," jelas Kepala Induk PJR Tol Jagorawi, Kompol Kamila, pada Minggu (13/9).
ADVERTISEMENT

Larangan pesepeda masuk jalan tol

Sementara itu, penggunaan jalur jalan tol untuk sepeda tentu saja tidak dibenarkan, sebab selain melanggar aturan atau Undang-Undang, penggunaan sepeda di jalan tol juga sangat berbahaya.
General Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Oemi Vierta Moerdika, mengatakan secara spesifikasi rancang bangun, jalan tol memang didesain sedemikian rupa untuk mengakomodir laju kendaraan roda empat atau lebih, baik itu dalam hal kecepatan atau hembusan angin.
Misalnya soal kecepatan, minimal kendaraan roda empat yang melintas di jalan tol antarkota itu melaju 80 km/jam, sedangkan untuk jalan tol perkotaan itu 60 km/jam. Lalu, pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan hembusan angin dari kendaraan lain, sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan," papar Oemi.
Ancaman Sanksi Pesepeda Terobos Tol Jagorawi, Denda Sampai Penjara (627268)
Kendaraan roda empat menggunakan jalur "contraflow" menuju arah Sukabumi di pintu keluar Tol Jagorawi KM 44, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/8). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Larangan pesepeda melaju di jalan tol, juga sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2009 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, berikut bunyinya.
'Jalan tol diperuntukkan bagi pengguna yang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih.'
ADVERTISEMENT
Aturan lain yang tidak memperbolehkan sepeda memasuki jalan tol, yakni Undang-Undang Nomor 38 tentang Jalan Pasal 53 Ayat 1, berikut bunyinya.
'Jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor.'
Kemudian dipertegas lagi dalam Pasal 56: 'Setiap orang dilarang memasuki jalan tol, kecuali pengguna jalan tol dan petugas jalan tol.'
Ancaman Sanksi Pesepeda Terobos Tol Jagorawi, Denda Sampai Penjara (627269)
Pesepeda melintasi jalur khusus sepeda di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (9/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sanksi bagi pesepeda yang masuk jalan tol

Adapun, sanksi yang bisa diberikan bagi pesepeda yang nekat memasuki jalan tol, tetap mengacu Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, pasal 64 ayat 4.
'Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang karena kelalaiannya memasuki jalan tol, sebagaimana dimaksud dalam pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).'
ADVERTISEMENT
Catatan redaksi: Isi sub judul mengenai sanksi bagi pesepeda yang masuk tol pada artikel ini mengalami perubahan. Sebelumnya mengacu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 229. Mohon maaf atas kekeliruan tersebut.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)