Oli Pertamina Fastron ECO Green 5W-30

Apa Saja Keunggulan Oli Sintetik Dibanding Mineral?

1 Mei 2020 4:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Oli untuk mobil LCGC Pertamina Fastron ECO Green 5W-30 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Oli untuk mobil LCGC Pertamina Fastron ECO Green 5W-30 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Oli mesin untuk mobil memang banyak macamnya, setiap oli tersebut memiliki spesifikasi dan kandungan yang berbeda-beda. Salah satu hal yang juga membedakan setiap oli tersebut, yaitu menyoal jenis cairan oli itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Untuk jenis cairan oli, kini terdapat 2 jenis cairan yang beredar di pasaran, yaitu oli berbahan sintetik dan mineral. Setiap jenis oli tersebut tentu memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
Dari kedua jenis cairan oli tersebut, saat ini cukup banyak orang yang memilih menggunakan oli sintetik dibandingkan mineral. Lantas, apa saja sebenarnya keunggulan oli berjenis full sintetik.
Oli Pertamina Fastron Gold 5W-40 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Jr. Technical Specialist Rotating Equipment and Gas Engine Pertamina Lubricants, Nurudin, memaparkan oli dengan jenis sintetik memiliki keunggulan dalam hal ketahanannya yang lebih lama.
“Oli sintetik itu didesain untuk mesin-mesin yang memiliki temperatur lebih panas. Lalu, secara penggantian olinya dia juga bisa lebih lama intervalnya,” beber Nurudin.
Ilustrasi Ganti Oli Mobil Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Dengan keunggulannya yang mampu bertahan di mesin-mesin bertemperatur panas, maka oli sintetik, dikatakan oleh Nurudin sangat cocok untuk mobil-mobil berkapasitas mesin besar atau mobil-mobil sport.
ADVERTISEMENT
“Untuk yang sintetik, dia kecenderungannya lebih cocok untuk mobil-mobil eropa yang biasanya ber-cc besar, atau sedan sport yang putaran mesinnya juga lebih tinggi,” jelas Nurudin.
Lalu, untuk interval penggantian olinya sendiri, oli sintetik memang biasanya jauh lebih lama. Sebagai perbandingan, bila oli mineral harus melakukan penggantian setiap 5 ribu sampai 10 ribu kilometer, maka oli sintetik bisa lebih dari itu, bahkan ada yang sampai di 50 ribu kilometer (dengan catatan, kualitas bahan bakar yang digunakan sangat baik).
Oli Pertamina Fastron Techno 10W-40 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Meski memiliki beberapa keunggulan, oli sintetik bukan tanpa kelemahan. Salah satu kelemahan oli sintetik sendiri dikatakan Nurudin bisa menyebabkan terjadinya kebocoran dan merusak beberapa komponen mesin berbahan karet (NBR), seperti O-ring dan rubber element yang lain pada mesin apabila komponen tersebut tidak kompatibel dengan oli sintetik.
ADVERTISEMENT
“Jadi oli sintetik itu memang punya kelebihan dan kelemahan juga, sebaiknya memang ikuti saran pabrikan atau buku manual,” tutup Nurudin.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten