Belum Banyak yang Tahu, Ini 5 PO Bus di Indonesia yang Berusia 50 Tahun!

18 Mei 2021 6:05
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
5 PO bus yang telah berusia lebih dari 50 tahun di Indoensia. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
5 PO bus yang telah berusia lebih dari 50 tahun di Indoensia. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Transportasi umum bus AKAP atau antar kota antar provinsi, sudah jadi favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sejak dahulu kala.
ADVERTISEMENT
Ada beragam perusahaan otobus (PO) di Tanah Air yang ada dari lama, dan eksis hingga saat ini. Bahkan umurnya sudah ada yang sampai 50 tahun.
Nah pada artikel kali ini, kumparanOTO akan membahas 5 perusahaan otobus, yang sudah setengah abad melayani penumpang sampai sekarang. Penasaran dan ingin tahu perusahaan otobus apa saja? berikut selengkapnya.
PO NPM
Nama pertama yang layak masuk daftar perusahaan otobus tertua di Indonesia, yakni PO NPM atau perusahaan otobus Naikilah Perusahaan Minang.
PO yang berasal dari provinsi Sumatera Barat ini bahkan sudah hadir sejak zaman sebelum kemerdekaan, tepatnya 1937. Pada awal kehadirannya, PO NPM hanya melayani perjalanan di dalam provinsi Sumatera Barat.
Kini di usianya yang telah menyentuh 84 tahun, PO NPM telah menjadi perusahaan otobus favorit bagi warga perantau di Jabodetabek yang hendak mudik ke Sumatera Barat.
ADVERTISEMENT
Saat ini, rute terjauh yang dilayani oleh PO NPM, yakni dari Padang Sumatera Barat menuju Bandung, Jawa Barat atau sebaliknya.
Bus PO NPM. Foto: dok. PO NPM
zoom-in-whitePerbesar
Bus PO NPM. Foto: dok. PO NPM

PO PMTOH

Dari berbagai perusahaan otobus yang ada di Tanah Air, nama perusahaan otobus asal Aceh, PM TOH juga layak disebut sebagai salah satu perusahaan otobus tertua di Tanah Air.
PO yang memiliki nama lengkap Perusahaan Transport Ondernemer Hasan ini pertama kali berdiri pada 1957 di kota Banda Aceh. Kala itu, PMTOH hanya melayani perjalanan jarak dekat, yakni Aceh-Medan.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan otobus yang didirikan oleh Toke Hasan ini terus mengembangkan sayapnya hingga ke provinsi Sumatera lainnya. PMTOH mencapai puncak kejayaannya pada era 1970an hingga awal 2000an. Saat ini, PMTOH juga melayani perjalanan ke pulau Jawa dengan rute terjauh, Medan-Solo.
PO bus PMTOH. Foto: dok. PMTOH
zoom-in-whitePerbesar
PO bus PMTOH. Foto: dok. PMTOH

PO ALS

Masih dari tanah Sumatera terdapat nama perusahaan otobus Antar Lintas Sumatera atau PO ALS yang juga telah berusia lebih dari 50 tahun.
ADVERTISEMENT
Mengutip informasi dari berbagai sumber, perusahaan otobus asal Kotanopan mandailing Natal Sumatera Utara ini, pertama kali hadir pada 1966. Kala itu, rute Muara Sipongi-Kotanopan-Medan jadi trayek pertama yang dilayani oleh PO ALS.
Perusahaan otobus yang identik dengan warna hijau ini memasuki masa kejayaannya pada era 1980an hingga 1990an. Hadirnya layanan kapal penyeberangan pada saat itu, membuat PO ALS jadi salah satu favorit bagi warga Jabodetabek yang hendak bepergian ke Pulai Sumatera.
Kini di usianya yang telah 55 tahun, PO ALS masih terus melayani perjalanan jarak jauh dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa atau sebaliknya. Adapun rute terjauh yang dilayani PO ALS, yakni Jember-Medan.
Bus baru ALS yang menggunakan Mercedes-Benz dan bodi dari karoseri Adi Putro. Foto: dok. PT Antar Lintas Sumatera
zoom-in-whitePerbesar
Bus baru ALS yang menggunakan Mercedes-Benz dan bodi dari karoseri Adi Putro. Foto: dok. PT Antar Lintas Sumatera

PO Sumber Alam

Bergeser ke Pulau Jawa, terdapat PO Sumber Alam yang masuk dalam daftar PO tertua yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Berdasarkan informasi dari website resminya, PO Sumber Alam pertama kali muncul di Indonesia pada 1969 dengan nama awal PT Tresno.
ADVERTISEMENT
Barulah memasuki 1975, Judi Setijawan Hambali selaku cucu dari pemilik PO Tresno, yakni Thung Tjie Hing resmi mendirikan PO Sumber Alam yang merupakan nama baru dari PO Tresno.
Adapun rute Purworejo-Jakarta jadi yang pertama dilayani PO Sumber Alam kala itu. Kini di usianya yang telah 52 tahun, PO Sumber Alam resmi dikelola oleh Anthony Steven Hambali, yang merupakan cicit dari Thung Tjie Hing dan anak dari Judi Setijawan Hambali.
Berbagai inovasi dan perbaikan layanan pun terus dilakukan oleh PO Sumber Alam demi bisa bertahan hingga saat ini. Sebagai perusahaan otobus asal Purworejo, PO Sumber Alam juga dikenal karena tetap setia melayani perjalanan melalui rute jalur selatan Pulau Jawa.
Bus Sumber Alam. Foto: dok. Sumber Alam
zoom-in-whitePerbesar
Bus Sumber Alam. Foto: dok. Sumber Alam

PO AKAS

Terakhir ada PO AKAS yang masuk dalam daftar 5 perusahaan otobus tertua yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, PO AKAS yang merupakan singkatan dari Ali Karman Amat Saudara ini pertama kali hadir pada 1956.
ADVERTISEMENT
Didirikan oleh Haji Karman Adat, PO AKAS pertama kali lahir di kota Probolinggo Jawa Timur dengan melayani perjalanan antar kota dalam provinsi Jawa Timur.
Dalam perjalanannya selama 65 tahun, PO AKAS telah terpecah menjadi 4, yakni AKAS 1, AKAS 2, AKAS 3 dan AKAS 4. Adapun pada AKAS 2, dibagi lagi menjadi 3, yakni AKAS NNR, AKAS Asri, dan AKAS Green.
Bus AKAS Green. Foto: dok. Facebook AKAS Green
zoom-in-whitePerbesar
Bus AKAS Green. Foto: dok. Facebook AKAS Green
Dari berbagai pecahan tersebut, nama AKAS Green bisa dibilang jadi salah satu yang masih eksis hingga saat ini. Faktor hadirnya sosok pemimpin muda yang juga seorang wanita, yakni Aprilia D. Lestari, nampaknya jadi salah satu alasannya.
Ya, berkat tangan dingin Aprilia, kini nama PO AKAS Green terus berbenah dan menjadi salah satu PO favorit bagi warga Jawa Timur, khususnya Probolinggo.
ADVERTISEMENT
Nah jadi itu tadi 5 perusahaan otobus tertua di Indonesia yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Tentu saja, selain 5 PO bus yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi PO bus lainnya yang juga sudah berusia lebih dari 50 tahun.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020